OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter
Pada pertandingan kedua Grup B SEA Games 2017, Indonesia akan menghadapi Filipina di Stadion Shah Alam, Malaysia. Seperti apa rekor pertemuan kedua tim? Berikut sejumlah catatan bersejarah yang kami himpun.
DOMINAN
Indonesia telah tujuh kali menghadapi Filipina sepanjang sejarah SEA Games. Sepanjang pertemuan itu, enam kali Indonesia mencatat kemenangan. Pertemuan pertama terjadi di Kuala Lumpur, 40 tahun silam, yang menghasilkan skor imbang 1-1. Itu menjadi satu-satunya pertandingan ketika Indonesia kehilangan poin.
Kemenangan terbesar dicetak Indonesia pada SEA Games 1989, juga terjadi di Kuala Lumpur, dengan skor 5-1. Gol-gol Indonesia diborong oleh Hanafing (dua gol), I Made Pasek Wijaya, Ricky Yacobi, dan Mustaqim.
KUALA LUMPUR
Termasuk penyelenggaraan tahun ini, ibukota Malaysia ini menjadi tempat terbanyak terjadinya pertemuan Indonesia dan Filipina, yaitu tiga kali. Kedua negara dua kali pernah bertemu di Singapura dan Manila. Satu pertemuan sisanya terjadi di Jakarta, 1997 lalu.

BUKAN NEGARA SEPAKBOLA
Sepakbola bukanlah olahraga populer di Filipina. Bukan hal yang aneh apabila dalam sejumlah penyelenggaraan SEA Games mereka tidak mengirimkan kontingen ke cabang sepakbola. Dari sembilan kali penyelenggaraan sejak 2001, Filipina hanya empat kali berpartisipasi, yaitu pada 2005 (tuan rumah), 2011, 2015, dan 2017.
Kepastian partisipasi mereka pernah menimbulkan kebingungan saat undian grup SEA Games 2013 di Myanmar. Nama Filipina masih muncul ketika undian dilangsungkan, padahal sebelumnya sudah beredar kabar mereka tidak mengirimkan tim berpartisipasi di cabang sepakbola putra. Hasil undian tetap dikirimkan secara resmi ke asosiasi sepakbola Filipina. Barulah beberapa jam kemudian panitia penyelenggara secara resmi menerima pernyataan mundur dari tim Filipina.
REUNI MARLON MARO
Indonesia bukan lawan yang asing bagi pelatih Filipina berusia 52 tahun itu. Maro adalah anggota skuat The Azkals yang menghadapi Merah-Putih pada pertemuan bersejarah SEA Games 1991. Filipina mampu menyulitkan Indonesia berkat dukungan hampir 20 ribu penonton yang memadati Stadion Rizal Memorial.
Filipina unggul 1-0 saat turun minum, tetapi Indonesia mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Eksekusi penalti kapten Ferryl Hattu, setelah pelanggaran yang dilakukan Judy Saluria, menyamakan kedudukan. Kemenangan direngkuh Indonesia berkat gol Rochy Putiray, lima menit sebelum bubaran.
Dua tahun kemudian, Maro dipercaya menjadi kapten Filipina. Mereka kembali bertemu dengan Indonesia. Namun, hasil pertandingan tidak berubah. Filipina kembali takluk 3-1.
EVAN DIMAS

Pertemuan terakhir Indonesia dan Filipina tercipta di Singapura, dua tahun lalu. Bertanding di Stadion Jalan Besar, Evan Dimas menjadi aktor kemenangan Indonesia berkat dua gol cepat pada menit keempat dan ke-13.
Pertemuan itu merupakan yang pertama terjadi sejak 1997. Artinya pula, Evan tercatat sebagai satu-satunya pemain Indonesia yang mampu membobol gawang Filipina sejak 2001 -- ketika cabang ini hanya mempertandingkan pemain berusia di bawah 23 tahun.
Kala itu, pujian disematkan Maro kepada Evan. "Evan bermain sangat bagus. Selain mencetak dua gol, pergerakan dan umpannya sering membahayakan gawang kami," tukas sang pelatih.

