LaLiga mengumumkan jumlah pendapatan sebesar €4,47 milyar sepanjang musim 2017/18. Jumlah itu merupakan peningkatan 20,6 persen dari musim sebelumnya yang dikumpulkan dari berbagai aspek. Dua faktor baru yang mendorong pesatnya pertumbuhan itu adalah pendapatan komersial dan pendapatan dari transfer pemain.
Dari jumlah tersebut, LaLiga menangguk laba bersih sebesar €189 juta atau tumbuh sebesar 6,7 persen dari musim sebelumnya. Musim 2019/20, untuk kali pertama pemasukan klub-klub Spanyol dari aspek audiovisual akan menembus €1,5 milyar berkat siklus bisnis tiga tahunan yang baru untuk pasar nasional serta beberapa deal internasional yang sudah ditandatangani.
Hal itu disampaikan delegasi LaLiga untuk Indonesia, Rodrigo Gallego, kepada media di Jakarta, Selasa (14/5) petang.
"Secara keseluruhan, LaLiga mampu menyumbang 1,37 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional Spanyol serta memperkerjakan 185 ribu orang atau 0,98 persen dari populasi pekerja Spanyol selama setahun terakhir," jelas Rodrigo.
"Namun, tak hanya melulu memikirkan pemasukan, LaLiga juga menerapkan kebijakan untuk mengalokasikan 2 persen pemasukan guna mendanai berbagai proyek corporat social responsibility (CSR)."
Indonesia merupakan salah satu dari lima pasar kunci bagi LaLiga dengan pangsa audiens sebesar 59 juta. Berdasarkan riset Nielsen, 29,9 juta di antaranya adalah penggemar LaLiga. Sementara, potensi follower media sosial di negeri ini sebesar 4 juta.
Getty, Goal