Kepergian Ter Stegen dari Barcelona, musim panas lalu, menandai babak baru dalam perjalanan karier kiper asal Jerman itu, yang bergabung dengan klub Belanda Ajax, dengan status pinjaman.
Persaingan dengan Joan Garcia, ditambah masalah fisik yang dialaminya selama beberapa musim terakhir, telah memperberat situasinya, hingga mendorongnya mengambil keputusan untuk pergi dan menjalani petualangan baru.
Seiring berjalannya waktu, Ter Stegen mulai menemukan kembali penampilan terbaiknya bersama Ajax, dan ia juga berhasil beradaptasi dengan sangat baik di dalam ruang ganti, di mana ia mendapat rasa hormat yang besar, bahkan meraih pujian dari rekan-rekan setimnya.
Dalam konteks ini, salah satu rekan setimnya, striker Tolu Arokodare, berbicara mengenai level mantan kiper Barca itu, dalam pernyataan yang disampaikannya kepada media Belgia Het Laatste Nieuws.
Surat kabar Sport memuat pernyataan Tolu Arokodare, yang tak menyembunyikan kekagumannya terhadap kiper Jerman itu, tetapi ia juga mengakui bahwa menghadapinya selama latihan terkadang bisa berubah menjadi pengalaman yang menjengkelkan.
Pemain itu berkata sambil tertawa, "Ter Stegen membuatku kehilangan kesabaran selama latihan. Terkadang sangat menjengkelkan ketika kau melihat bagaimana ia terus-menerus menggagalkan begitu banyak bola. Kau jadi ingin melayangkan tinju ke arahnya."
Pemain asal Nigeria itu juga memuji Julian Brandt, yang merupakan salah satu pemain yang paling membuatnya kagum.
Ia menuturkan, "Dia pemain yang sangat luar biasa selama pertandingan. Membuatmu tak mampu berkata-kata. Ia tahu persis kapan harus memainkan bola dengan sekali sentuhan, dan kapan harus berlari tanpa bola."
Arokodare pun tak lupa berbicara tentang pelatih Michel, di mana ia menunjukkan rasa terima kasih yang besar kepadanya, dengan mengatakan, "Aku mencintainya, aku mencintai segala hal di sini."
Ia menutup, "Ajax bagaikan surga. Kompleks latihannya kelas atas, stadionnya luar biasa, suporternya menakjubkan, dan aku juga menyukai gaya permainannya."





