Kritik yang menerpa keberadaan Nations League seharusnya mempertimbangkan negara seperti Gibraltar yang memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah, demikian menurut striker Reece Styche.
Gibraltar mencatat kemenangan kompetitif pertama dengan menekuk Armenia 1-0 dan melanjutkan kemenangan setelah membekap Liechtenstein 2-1 di Grup 4 League D.
Sebelum rehat internasional manajer Liverpool Jurgen Klopp menyebut Nations League sebagai kompetisi paling tidak masuk akal di dunia.
Tetapi bomber Darlington ini menyebut Nation League sangat penting bagi Gibraltar yang diakui FIFA pada 2013.
"Begitulah mentalitas klub-klub dan manajer besar. Seperti Klopp menyebutnya kompetisi tak berarti, tetapi tidak seperti itu kenyataannya," buka Styche pada Omnisport.
"Kami berkompetisi untuk diri sendiri sebagai sebuah negara. Kami berkompetisi tidak dengan tujuan untuk dikalahkan. Kami tahu mampu bersaing."
"Sebagai negara kami belajar dari pengalaman dan dari perasaan gembira setelah meraih kemenangan. Saya tidak tahu, bagaimana mungkin seseorang menyebutnya kompetisi yang tidak berguna?"
"Tujuan UEFA tercapai, mereka ingin menyediakan pertandingan kompetitif untuk semua negara yang terlibat. Bagi kami, kami adalah bagian dari sejarah dan jika Anda bertanya pada 32.000 orang Gibraltar apakah kompetisi ini tidak berguna, dengan tegas mereka tidak setuju."
Goal Indonesia




