Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Thibaut Courtois Real Madrid 2019-20Getty Images

Thibaut Courtois Membungkam Fans Atletico Madrid & Peragu

Tanda tanya besar menghampiri kiper Real Madrid Thibaut Courtois di awal musim. Dia bahkan sempat duduk di bench untuk memberi ruang pada Alphonse Areola di bawah mistar gawang. 

Tetapi di pertengahan kompetisi sekarang, bintang Belgia tersebut menjadi bagian fundamental kebangkitan Real Madrid, lebih dari siapapun dan terkini dia layak mengangkat trofi Piala Super Spanyol dengan penuh kebanggaan. 

Sederet penyelamatan top Courtois memaksa Atleti mengakhiri 120 menit laga dengan skor imbang tanpa gol dan dia kemudian mematahkan sepakan Thomas Partey dari titik putih saat El Real menang 4-1 adu penalti di Jeddah. 

Pertemuan kedua tim di partai final ini menghadirkan narasi yang konsisten. Laga itu merupakan final kelima mereka yang berakhir dengan perpanjangan waktu. 

Final Copa del Rey 2013, final Liga Champions 2014 dan 2016, kemudian Piala Super Eropa musim lalu. Semuanya membutuhkan babak tambahan dan terkadang penalti untuk memastikan pemenang. 

Di bawah mistar gawang Courtois dan bintang Atleti Jan Oblak juga bertarung demi gengsi dan tidak satupun dari mereka yang bisa ditaklukkan pada pertandingan ini. 

Bagi Oblak, perkasa di bawah mistar adalah cerita indah yang berulang tetapi untuk Courtois, momen ini adalah ajang pembuktian diri sebagai salah satu kiper terapik di dunia. Secara puitis hal tersebut datang di duel lawan mantan timnya. 

Ketika Madrid bermain di Wanda Metropolitano, Courtois mendapat ejekan dari loyalis Atletico. Mereka bahkan menodai plakatnya di luar stadion dengan melempar sampah dan mainan tikus di atasnya. 

Tikus benar-benar dilemparkan ke arah Courtois di derbi Madrid pada Februari, sehingga kemenangan yang baru saja mereka raih terasa manis bagi sang kiper. 

Seiring dengan performa menanjak Courtois, El Real juga berhasil memutar situasi. Dari bencana musim lalu, sekarang mereka mengangkat trofi. Meski kompetisi ini diguncang kritik karena Madrid tidak merajai LaLiga atau Copa del Rey musim lalu, tetap saja pencapian yang baru saa ditorehkan pasukan Zinedine Zidane itu merupakan suntikan moral yang besar. 

Juara di Jeddah menjadi penting mengingat buruknya performa Madrid pada tahun lalu. Mereka sepertinya sudah melupakan itu semua dan di waktu yang sama kekuatan Barcelona seperti menurun. Madrid sekarang melakukan lagi apa yang mereka senangi, yaitu memenangkan pertandingan. 

Begitu juga dengan Courtois. Madrid baru kebobolan 12 gol dari 19 pertandingan pertama liga, catatan terbaik sejak musim 1987/88. Courtois sekarang punya 12 clean sheet dari 23 pertandingan di semua kompetisi dan terlihat kukuh seperti dahulu masih berseragam Atleti. 

"Saya pikir itu penyelamatan hebat karena dia menendang bola sekeras-kerasnya," kata Courtois mengomentari aksinya mementahkan tendangan penalti Partey. 

Courtois tampaknya tidak ragu merayakan kesuksesannya, tetapi setelah dia berhasil bangkit bersama Real Madrid, tidak seorangpun yang bisa menyalahkan sikap itu. 

Dengan Courtois yang sekarang kembali memperlihatkan aksi terbaiknya, Madrid tentunya berharap kesuksesan di Arab Saudi berlanjut sambil membidik gelar juara yang lebih bergengsi untuk dibawa pulang ke Santiago Bernabeu. 

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google