Sergio Ramos Lionel Messi Ronald Koeman Barcelona Real Madrid GFXGetty/Goal

Dilibas Real Madrid, Ronald Koeman: VAR Ada Hanya Untuk Melukai Barcelona!

Pelatih Barcelona Ronald Koeman mengecam VAR setelah pasukannya tak berdaya menghadapi el Clasico kontra Real Madrid yang berakhir skor 3-1 di Camp Nou.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu mengklaim, video assistant referee ada "hanya untuk membuat keputusan yang melukai Barca". Seperti diketahui, penalti dari Sergio Ramos berkat keputusan VAR membantu Los Blancos mengamankan tiga poin di el Clasico jilid pertama musim ini.

Federico Valverde menyuntikkan kepercayaan diri bagi El Real, yang di dua laga sebelumnya tumbang, setelah torehannya membuat tim memimpin laga usai memaksimalkan umpan Karim Benzema.

Youngster Barca Ansu Fati sempat menyeimbangkan kedudukan ketika dia mengonversi crossing Jordi Alba - gol ini sekaligus menjadikan Fati sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah el Clasico.

Ramos membalikkan keadaan dari titik putih sebelum dentuman Luka Modric menghadirkan gol ketiga bagi Madrid.

Keputusan VAR untuk penalti Ramos disebut-sebut jadi titik balik Madrid. Wasit Juan Martinez Munuera sebetulnya tidak melihat tarikan baju oleh Clement Lenglet pada Ramos, tapi akhirnya memberikan penalti setelah meninjau dari layar VAR.

Barca sendiri sempat dua kali meminta penalti, tetapi ditolak sang pengadil lapangan - ketika Raphael Varena menjegal Lionel Messi dan adanya potensi handball dari bek Prancis itu.

"Saya tidak mengerti VAR. Saya menilai, itu digunakan untuk membuat keputusan yang melukai Barca," cetus Koeman, yang timnya hanya mengamankan tujuh poin dari lima pertandingan.

"Anda selalu mendapatkan tarikan kaos seperti itu di kotak penalti dan saya kira Ramos lebih dulu membuat pelanggaran terhadap Lenglet. Memang ada tarikan kaos, tapi tidak cukup untuk membuatnya terjatuh seperti yang dilakukan dia. Bagi saya, itu bukan penalti," tegasnya.

"Kami telah melalui lima laga dan [VAR] hanya digunakan untuk melukai Barca. Itu tidak pernah berjalan sesuai dengan maksud kami," katanya lagi.

"Keputusan itu memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir, karena kami bermain bagus sampai akhirnya datang penalti," tandas mantan pelatih timnas Belanda tersebut.

Iklan