Karim Benzema adalah otak di balik kemenangan 2-0 Real Madrid atas Espanyol - dan ya, situasi itu bukan lagi jadi kabar yang mengejutkan.
Bahkan mungkin bisa dikatakan, kegemilangan Benzema adalah skema Madrid dalam meraih kemenangan demi kemenangan pada musim ini, dan kondisi tersebut menyelipkan sedikit kekhawatiran.
Aksi impresif terkini Benzema menghadirkan inspirasi bagi El Real untuk naik ke puncak klasemen LaLiga - setidaknya hingga Barcelona menjamu Mallorca dini hari nanti. Meski demikian muncul kekhawatiran pasukan Zinedine Zidane terlalu tergantung pada pemain nomor 9 tersebut.
Secara keseluruhan Madrid gagal gemilang ketika menjamu Espanyol. Raphael Varane memang berhasil membawa tuan rumah unggul sebelum babak pertama berakhir di Santiago Bernabeu - Benzema menciptakan assist - tetapi gol ini tidak sepenuhnya membuat mereka nyaman.
Madrid kesulitan membongkar pertahanan untuk menambah gol hingga Benzema berhasil memastikan tim yang dibelanya meraih kemenangan saat laga menyisakan 11 menit, namun pertandingan ini juga bisa dijadikan dasar betapa berbahayanya jika Madrid tidak menghentikan kebiasaan bergantung pada Benzema sebagai juru selamat.
Sebelum mencatatkan nama di papan skor, Benzema membuang dua peluang emas, sementara di sisi lain Espanyol yang menempati peringkat 19 tidak kuasa menghukum keteledoran Madrid. Tetapi layak untuk menjadi catatan, dalam beberapa pekan ke depan, lawan Los Blancos dipastikan tidak akan 'sebaik' mereka.
GettySetelah meladeni Club Brugge di Liga Champions, El Real akan menjalani serangkaian tes keras dalam upaya mereka merebut gelar juara dari tangan Barcelona.
Di akhir pekan mendatang Madrid akan tampil di Mestalla menghadapi Valencia, kemudian melawat ke Camp Nou melawan Barcelona dan sebelum Natal mereka bakal menjamu Athletic Bilbao.
Ketiga pertandingan tersebut merupakan ujian sesungguhnya bagi pasukan Zidane, karena dengan segala hormat, Espanyol tidak banyak melakukan ancaman untuk menjajal kekurangan yang dimiliki tim ibu kota tersebut.
Permainan Madrid tidak terlalu mulus meski mereka juga bisa berlindung di balik cedera yang menghantam Eden Hazard dan Gareth Bale.
Di 30 menit pertandingan pertama Madrid gagal mengembangkan permainan hingga kesulitan mencetak peluang, yang kemudian memunculkan perasaan mereka akan mengakhiri pertandingan dengan kekecewaan.
Tetapi tentu saja Benzema punya ide lain. Dia mampu menciptakan ruang untuk Varane, yang dengan tenang menuntaskan kesempatan dengan sempurna.
Getty ImagesAksi bek tengah asal Prancis tersebut saat bertahan maupun ketika membantu serangan memang jempolan dan dia tidak terlihat gugup ketika harus mendorong bola dengan kaki kirinya untuk mengubah skor sekaligus menurunkan tensi fans di Bernabeu.
Sebelum ke titik ini, loyalis Madrid memang lebih banyak menggerutu. Mereka sebelumnya banyak berharap bisa melihat sebuah performa top dari Vinicius Junior yang jadi starter sejak tim menderita kekalahan 1-0 dari Mallorca pada 20 Oktober lalu.
Itulah kekalahan terakhir Madrid, hingga dipastikan Vinicus punya motivasi berlipat untuk memberi kesan positif di hadapan publik sendiri. Sayang, aksinya di atas lapangan tidak secemerlang musim lalu.
Dengan Rodrygo yang juga kesulitan di lini depan, maka harapan untuk meraih kemenangan lagi-lagi jatuh pada Benzema.
GettyPada kenyataannya, Benzema seharusnya bisa membawa Madrid unggul lebih cepat tetapi sebuah peluang emas gagal dituntaskan meski dia berada pada situasi satu lawan satu dengan Diego Lopez.
Namun Benzema pada akhirnya bisa menuntaskan perlawanan Espanyol dengan mencetak gol ke-11 di LaLiga musim ini, hingga loyalis Los Vikingos bisa pulang ke rumah dengan hati riang gembira.
Tetapi tidak demikian dengan Zinedine Zidane, sang juru taktik tidak bisa bersantai, dia harus memikirkan bagaimana cara menaklukkan sebuah tim yang punya kemampaun menjinakkan aksi Benzema.
Tidak perlu waktu lama untuk mengetahui itu karena Madrid sedang menatap tiga laga keras yang merupakan ujian terhadap status kandidat juara LaLiga yang sekarang mereka sandang.





