David AlabaGetty

Bela David Alaba Yang Cium Lambang Real Madrid, Jerome Boateng: Tak Usah Lebay

Jerome Boateng membela bekas rekan satu timnya di Bayern Munich, David Alaba, setelah bek Austria itu dikecam gara-gara mencium lambang Real Madrid.

Alaba menyebrang ke Spanyol dengan bebas biaya tahun ini dan difoto mencium lambang klub barunya saat dipresentasikan sebagai pemain Madrid baru.

Presiden Bayern Herbert Hainer mengaku "terkejut" melihat Alaba melakukan itu setelah menghabiskan 13 tahun dan meraih 10 Bundesliga dan dua Liga Champions bersama Die Roten.

Di sisi lain, Boateng meminta agar fans tak terlalu memikirkan tindakan Alaba dan berkata bahwa pemain 29 tahun itu tidak bermaksud apa-apa.

"Semua orang tahu betapa pentingnya Bayern bagi David. Ia melakukannya karena dituntut situasi atau mungkin fotografernya memintanya untuk melakukan itu. Anda tidak tahu," ujar Boateng, yang bergabung dengan Lyon pekan ini, kepada Sport1.

"Ia 100 persen tak punya niat buruk. Tidak usah dibesar-besarkan."

"Bagi saya, Lyon sekarang klub baru saya dan saya tak akan pernah melupakan saya pernah bersama Bayern selama 10 tahun terakhir."

"Bagi saya semua dimulai dari awal lagi, tapi tidak perlu berlebihan. Saya berharap sesuatu akan berkembang di sini bagi saya dan saya akan sukses bersama klub. Penting saya mengidentifikasi diri dengan klub."

Boateng meninggalkan Bayern akhir musim lalu saat kontraknya habis.

Ia menghabiskan 10 tahun bersama Die Roten namun ia tak sedih soal kepergiannya dan justru senang ingin memulai petualangan barunya di Lyon.

"Saya tak sabar bersama Olympique Lyon, menghadapi tantangan baru. Masa saya di Bayern adalah babak yang sangat panjang dan indah bagi seorang pesepakbola zaman sekarang, namun saya sering menekankan ingin mencari perubahan," ujarnya.

"Saya bisa membayangkan memperpajang [masa bakti saya di Bayern]. Tapi tidak begitu, sehingga semuanya cepat sekali selesai."

"Dua tahun terakhir bersama Hansi Flick sangat luar biasa dan kami sukses meraih Liga Champions lagi. Saya bahagia mendapatkan kesempatan ini dan sangat sukses. Hanya sepakbola yang menuliskan cerita seperti itu."

Iklan