Real Madrid menerima pukulan telak di bursa transfer musim panas ini, setelah pemain Spanyol Rodri, bintang Manchester City, memantapkan keputusannya untuk pindah ke Barcelona, dengan lebih memilih klub Catalan itu ketimbang tim ibu kota, meski negosiasi antara kedua belah pihak telah berjalan cukup jauh dalam beberapa pekan terakhir.
Rodri, yang berusia 30 tahun, menjadi pusat perebutan sengit antara Real Madrid dan Barcelona, di samping kemungkinan bertahannya ia bersama Manchester City, setelah tampil gemilang bersama timnas Spanyol dan meraih gelar Piala Dunia 2026, serta menyabet penghargaan pemain terbaik turnamen.
Pemain ini sempat sangat dekat dengan kepindahan ke Real Madrid, setelah masuk ke dalam negosiasi mengenai kontrak berdurasi empat tahun, sebelum arah transfer ini berubah secara mengejutkan menyusul masuknya Barcelona dengan kuat. Hans Flick dan sejumlah pemain Spanyol di skuad Catalan itu berperan dalam meyakinkannya untuk bergabung dengan proyek klub.
Menurut sejumlah laporan, Rodri sudah mencapai kesepakatan dengan Barcelona, sehingga kini klub Catalan itu dituntut untuk bernegosiasi dengan Manchester City, yang sebelumnya telah menetapkan nilai pemainnya di kisaran 80 juta euro.
Laporan media Spanyol mengindikasikan bahwa Barcelona bersiap mengajukan tawaran awal senilai 60 juta euro, terbagi antara 45 juta euro tetap dan 15 juta sebagai bonus dan variabel, setelah klub memutuskan mengalihkan dana yang semula dialokasikan untuk mendatangkan seorang bek guna memperkuat lini tengah, terutama di tengah absennya Frenkie de Jong akibat cedera.
Real Madrid menghormati keputusan Rodri
Meski transfer ini penting bagi Real Madrid, klub ibu kota memutuskan untuk menyikapi keputusan Rodri dengan tenang, tanpa masuk ke dalam konfrontasi baru dengan pemain tersebut.
Menurut yang dikutip jaringan Prancis "Foot Mercato" dari surat kabar Spanyol "AS", para petinggi Real Madrid menyadari bahwa perampungan transfer ini membutuhkan keyakinan penuh dari pemain untuk pindah ke klub, dan hal itulah yang tidak dirasakan oleh para petinggi "Valdebebas" selama negosiasi.
Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa Real Madrid memahami alasan-alasan Rodri dan menghormati keputusannya, bahkan mendoakannya sukses atas langkah yang ia pilih, tanpa menganggap apa yang terjadi sebagai krisis di dalam klub.
Mourinho tidak menginginkan pengganti
"AS" menuturkan bahwa pelatih Jose Mourinho selalu mengikuti perkembangan berkas ini, dan memandang bahwa skuad Real Madrid saat ini memiliki solusi yang mampu mengisi posisi gelandang, hal yang memperkuat kecenderungan klub untuk tidak bergerak mendatangkan pengganti langsung bagi Rodri.
Menurut surat kabar "El Mundo" pula, Real Madrid tidak berniat masuk ke bursa transfer untuk mencari gelandang baru setelah gagalnya transfer Rodri.
Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa para petinggi klub memandang keputusan pemain itu terutama bersifat pribadi, dan mereka harus menerimanya, seraya menyebutkan bahwa manajemen Real Madrid telah mengajukan tawaran yang mereka sebut "sangat baik", di tengah keinginan sungguh-sungguh untuk mendatangkannya, namun pada akhirnya transfer tidak terwujud.
Ditambahkan pula bahwa Mourinho puas dengan opsi-opsi yang ada di dalam tim saat ini, sehingga tidak ada niat untuk mendatangkan pemain lain di posisi Rodri pada periode ini.
Di sisi lain, agen pemain menyempatkan diri memuji cara Real Madrid dan presidennya Florentino Perez menangani negosiasi, dengan menegaskan bahwa klub ibu kota menjaga hubungan yang profesional dan istimewa sepanjang masa negosiasi.
Kemarahan suporter di Madrid
Pada saat Real Madrid menyikapi keputusan Rodri dengan tenang, hal itu tidak berlaku bagi para suporter klub, yang menunjukkan kemarahan atas kepindahan pemain tersebut ke rival, Barcelona.
Surat kabar "Marca" menegaskan bahwa sebagian besar suporter Real Madrid memandang Rodri sebagai pilihan ideal untuk memperkuat lini tengah, baik dari segi teknis maupun finansial, terutama setelah ia meraih penghargaan pemain terbaik di Piala Dunia.
Surat kabar tersebut menuturkan bahwa akun-akun Real Madrid di media sosial menyaksikan gelombang komentar suporter yang menuntut agar mendatangkan pemain itu, dan foto-foto Rodri tersebar secara luas, sementara slogan "Datangkan Rodri" berubah menjadi tuntutan suporter yang beredar.
