Berita Live Scores
LaLiga

Rahasia Teknologi Canggih Siaran La Liga

15.08 WIB 30/04/18
La Liga Experience - Tur Camp Nou
La Liga Spanyol mengusung teknologi canggih yang memanjakan pengalaman audiovisual fans sepakbola.

Aktivitas media sosial La Liga sukses menyita perhatian banyak fans sepakbola berkat konten yang kreatif dan canggih.

Ambil contoh salah satu posting Instagram yang diterbitkan akhir pekan lalu lalu. Untuk membuktikan penampilan gemilang Philippe Coutinho, La Liga menyuguhkan video dengan grafik yang menunjukkan pergerakan pemain Barcelona itu beserta rekan-rekan setimnya. Dalam tiga hari sejak dipos, video telah disaksikan follower hampir 1,5 juta kali.

Beberapa hari sebelumnya, ada pula video canggih lain yang tak kalah menarik. Konten itu berisi tentang peluang yang diperoleh gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez, kala menghadapi Real Betis. La Liga menggunakan rekaman gambar 360 derajat untuk menunjukkan tendangan keras Saul yang menghantam mistar. Video itu juga meraih engagement tinggi dengan melampaui 1,8 juta views.

Apa rahasianya? Kemitraan dengan Intel dan Media Pro memungkinkan inovasi tersebut. Dua contoh konten kreatif di Instagram yang disebutkan sebelumnya merupakan cuplikan singkat dari teknologi yang diperkenalkan La Liga, Be The Player. Teknologi ini memberikan pengalaman audiovisual sehingga penonton bisa menyaksikan pertandingan dari perspektif para pemain yang berada di atas lapangan.

Teknologi itu menggunakan 38 kamera yang tersebar di berbagai sudut stadion. Gunanya, kamera-kamera tersebut menangkap gambar dalam format tiga dimensi. Sepuluh stadion dilengkapi dengan kamera aerial, sedangkan enam stadion lain memiliki kamera 360 broadcasting, kamera derek, kamera mini, dan steadycams di belakang gawang. Teknologi ini diklaim melampaui teknologi yang digunakan SuperBowl di Amerika Serikat.

Gambar yang didapat diolah menjadi data dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Intel. Hasilnya, rekaman gambar itu dapat pula dimanfaatkan tim La Liga untuk sesi latihan atau pun menganalisis strategi tim lawan. 

Dari sudut pandang penonton, tentu saja teknologi ini menambah bobot pertandingan La Liga menjadi hiburan yang tak hanya sekadar pertandingan sepakbola, melainkan pula sebuah pengalaman audiovisual yang mengundang decak kagum.

Ada pula tujuan lain dari penerapan teknologi canggih ini. La Liga sadar pengalaman audiovisual seperti itu dapat meningkatkan daya tarik pertandingan mereka bagi stasiun televisi pemegang hak siar. Apalagi ada peningkatan jumlah pemirsa internasional sebesar 39 persen sejak musim 2015/16 hingga musim lalu.

"La Liga akan mengembangkan terus strategi digital kami," jelas presiden Javier Tebas dalam kongres luar biasa yang dihadiri seluruh perwakilan klub serta perusahaan olahraga publik terbatas, Maret tahun lalu. "Strategi yang bagus dapat meningkatkan nilai jual kompetisi, klub, serta hak siar audiovisual."

Selain Intel, La Liga juga menggandeng perusahaan teknologi informasi lain, Microsoft. Mereka menargetkan dapat memuaskan lebih dari 2,1 milyar fans sepakbola global plus 1,6 milyar pengikut media sosial yang tersebar di seluruh penjuru dunia. "Hari ini, fans menginginkan lebih banyak informasi dan kami harus memuaskan mereka melalui jaringan sosial," lanjut Tebas.

Duel sengit El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid tentu menjadi ajang yang tepat bagi La Liga dalam memperkenalkan gagasan inovasi digital mereka. Desember 2016, La Liga memperkenalkan fitur 360° replay technology. Fitur itu merupakan bagian dari teknologi True View, yang menggunakan 38 buah kamera 5k definisi tinggi yang dipasang secara permanen baik di Stadion Camp Nou maupun Santiago Bernabeu.

"Sebagai pemain kami menjalani pertandingan seperti berada di dalam gelembung, tetapi saat pensiun saya sadar betapa pentingnya memberikan fans pengalaman menonton sebaik mungkin," jelas mantan pemain Madrid, Fernando Morientes.

Carles Puyol pun mengamininya, "Ketika masih bermain, kami hanya fokus pada pertandingan dan tidak begitu sadar seberapa besar dampak yang bisa ditimbulkan. Sekarang saat saya di luar lapangan, saya melihat dengan cara yang berbeda."

Be The Player dapat dibilang merupakan pengembangan lanjutan 360° replay technology. Seperti dilansir Engadget, dengan basis video on demand Be The Player memungkinkan diakses para fans berat sepakbola guna memantau pergerakan pemain secara individual dalam pertandingan. Lebih baik daripada melihat replay singkat televisi, bukan?

Setelah Camp Nou dan Santiago Bernabeu, True View direncanakan pula untuk dipasang di markas Atletico Madrid (Wanda Metropolitano) dan Sevilla (Roman Sanchez Pizjuan).

"Sembilan puluh menit pertandingan saja tidak lah cukup. Kalau kami tidak mengembangkan strategi digital yang komprehensif, kami takkan tumbuh," ujar Tebas menegaskan misi La Liga sebagai salah satu kompetisi terbaik di dunia.

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. AFC Kembali Denda Persija
2. Kena Tekel Horor, Kaki Mandzukic Butuh Sepuluh Jahitan
3. Kontroversial, Spalletti Tak Terima Kekalahan Di Derby D'Italia
4. Membedah Warisan Juara Cristiano Ronaldo
5. Potensi Grup Neraka Di Piala AFF 2018