OLEH YUDHA DANUJATMIKAIkuti di twitter
Mungkin masih banyak yang bertanya mengapa Tiemoue Bakayoko jadi buruan para raksasa Inggris. Namanya tidak terlalu menonjol di AS Monaco, mungkin tertutup oleh pesona Kylian Mbappe. Walau begitu, gelandang Prancis ini adalah sosok gelandang bertahan yang didambakan setiap pelatih.
Peran Bakayoko di bawah asuhan Lenardo Jardim memang tidak mentereng. Tugasnya bukan mencetak gol atau menciptakan peluang. Bukan juga mendribel untuk merusak pertahanan lawan. Lebih sering, tugasnya adalah 'main kotor' dengan berduel melawan lini tengah lawan, kalau perlu beradu fisik.
SIMAK JUGA - Chelsea Amankan Bakayoko
Justru karena itulah sebenarnya Bakayoko berharga. Kehadirannya memberikan keseimbangan di lini tengah. Ketika diserang, tanggung jawabnya adalah merusak aliran permainan lawan. Jika menyerang, Bakayoko akan mengambil posisi sedikit mundur - menjaga aliran serangan Monaco tetap berjalan.
Pemuda Prancis berusia 22 tahun itu dikaruniai fisik mumpuni. Bisa dibilang, ia jago dalam hal beradu fisik dengan gelandang lain. Ini terbukti dalam statistik Bakayoko yang jauh di atas rata-rata ketika duel udara maupun daratan.

Total 62 duel udara dimenangkan oleh pemuda Prancis ini. Rasio suksesnya mencapai 63 persen dan jumlah ini merupakan salah satu yang tertinggi di Prancis. Kekuatan lompat Bakayoko terbilang tinggi dan ketangguhannya untuk berduel membuatnya bisa meraih persentasi kemenangan yang tinggi.
Soal tekel dan dribel, ternyata Bakayoko tak kalah saing. Total 57 tekel sukses dilakukan olehnya, disusul oleh 57 dribel sukses. Hanya dua pemain di lima liga top Eropa yang mampu melakukan ini, yakni Vincent Wanyama dan Bakayoko.
Menilik atribut-atribut tersebut, tentu tak mengherankan jika Antonio Conte serius mengejarnya. Chelsea jadi favorit untuk memboyong Bakayoko, tapi ada klub lain yang turut mendekatinya.
Tiemoue Bakayoko, Gelandang
Akhir Kontrak: Juni 2019
Peminat: Manchester United, Chelsea, Juventus
Prediksi Transfer: Chelsea (60%), PSG (20%), Manchester United (10%), Bertahan (10%)
