OLEH YUDHA DANUJATMIKAIkuti di twitter
Ketika Jerman menjuarai PIala Konfederasi 2017, perhatian utama tertuju pada Julian Draxler dan Timo Werner. Kedua bintang muda Jerman itu menjadi peraih Bola Emas dan Sepatu Emas secara berurutan. Aksi mereka turut mengundang decak kagum para penonton, terutama berkat gaya main flamboyan.
Tetap saja, jasa Antonio Rudiger tidak boleh dilupakan. Bek muda AS Roma itu menjadi andalan Joachim Low dalam tiga pertandingan terakhir di Piala Konfederasi. Konsentrasinya sempat dipertanyakan ketika Jerman kebobolan dua gol kontra Australia, namun Rudiger menjawab kritik dengan positif.
SIMAK JUGA - Rudiger Belum Ingin Bahas Masa Depan
Momen terbaik Rudiger terjadi pada laga final kontra Cile. Jerman unggul 1-0 di menit ke-20, namun Alexis Sanchez terus menusuk pertahanan. Adapun kerja keras winger Arsenal itu menjadi sia-sia karena kesigapan Rudigers.
Bersama Mathias Ginter dan Shkodran Mustafi, bek 24 tahun itu membangun pertahanan kokoh. Kedisiplinannya membuat Sanchez frustrasi dalam momen-momen krusial. Tidak heran, Cile gagal mencetak gol di sisa 70 menit laga.
PSPenampilan Rudiger sebenarnya tidak semengejutkan itu. Walau harus bersaing dengan Kostas Manolas, Rudiger pelan-pelan menembus masuk tim utama Luciano Spalletti musim lalu. Begitu kembali dari cedera ACL, Rudiger langsung jadi pilihan utama.
Konsentrasi dan kesigapan bertahan sudah pasti jadi atribut yang menonjol. Di samping itu, sang bek tengah juga punya ketenangan dalam membagi bola. Gaya bermainnya mungkin tidak seflamboyan Leonardo Bonucci, namun akurasi umpan dan kontribusinya dalam serangan patut diperhitungkan.
SIMAK JUGA - Man City Bajak Transfer Rudiger?
Akurasi umpannya mencapai 83 persen, dengan total 12 peluang diciptakan, dua di antaranya menjadi assist. Dalam duel udara dan daratan, rata-rata sukses Rudiger mencapai 62,5 persen. Tak heran, pelatih sekelas Antonio Conte dan Pep Guardiola memperebutkannya.
Inter Milan sempat menaruh hati pada Rudiger, tapi tampaknya Spalletti yang baru hijrah ke Inter puas dengan lini belakangnya. Chelsea jadi favorit untuk memboyong bek Jerman itu, tapi Manchester City bisa membajak transfernya.
Ke manakah Rudiger akan hengkang? Mungkin jawabannya akan tersaji dalam sepekan ke depan ... atau mungkin kurang!
Antonio Rudiger
Akhir Kontrak: Juni 2020
Peminat: Chelsea, PSG, Manchester City, Inter Milan
Prediksi Transfer: Chelsea (50%), Manchester City (30%), PSG (10%), Bertahan (10%)
