Menyusul pengalaman sukses mengakuisisi klub Ligue 1 Prancis Paris Saint-Germain, tampaknya Qatar Sports Investment [QSI] mengincar investasi baru di klub top Eropa lainnya. Kali ini, teropong mereka mengarah pada Arsenal.
Spekulasi ini mencuat setelah sultan Qatar, Sheikh Khalifa bin Hamad Al Thani, yang merupakan mantan presiden klub Qatar Al Arabi dan anggota dari QSI, membuat rangkaian cuitan tentang isyarat dirinya tertarik mengambilalih The Gunners.
"Saya pikir, saatnya [Arsenal] dijual. Situasi akan semakin parah dari sekadar menyebutnya buruk. London itu merah," tulisnya.
Satu jam kemudian dari tweet awal, Sheikh Khalifa kembali mencuit dengan menyatakan: "Sisa waktu... tujuh bulan."
Di tweet terakhir ini, dia menyertakan gambar lambang Arsenal.
Sontak, fans Arsenal pun beramai-ramai menanggapi cuitan sang raja Qatar ini. Mereka mendesak owner Arsenal saat ini, Stan Kroenke, untuk segera menjual klub kesayangan mereka.
Ini bukan pertama kalinya fans meminta Kroenke agar angkat kaki dari Emirates Stadium ketika klub mengumumkan partisipasinya pada ajang Liga Super Eropa beberapa waktu lalu.
Tweet Sheikh Khalifa ini datang setelah start mengecewakan ditunjukkan Arsenal di dua laga awal Liga Primer, di mana mereka kalah dari tim promosi Brentford dan jawara Liga Champions Chelsea.
Arsenal terancam menelan tiga kekalahan beruntun sebagai start terburuk dalam sejarah mereka jika tumbang dari Manchester City akhir pekan ini.
QSI bukan satu-satunya yang tertarik untuk memiliki Arsenal. Daniel Ek, pemilik Spotify, sempat mengumumkan ketertarikannya untuk membeli klub London Utara itu pada April lalu.
Meski begitu, Kroenke menyatakan bahwa dia "100 persen berkomitmen" untuk klub dan tidak akan menjualnya.
"Kami tidak akan menjual berapa pun saham di klub ini. Kami belum menerima tawaran apa pun dan kami tidak akan tertarik dengan tawaran apa pun," tegas Kroenke, 27 April silam.




