Mohamed Ihattaren Roger Schmidt PSV 2020-21Getty Images

Bertalenta, PSV Rela Lepas Mohammed Ihattaren Karena Ribut Dengan Roger Schmidt

Gelandang Mohamed Ihattaren kemungkinan besar tidak akan memperkuat PSV Eindhoven pada musim depan setelah diberitakan cekcok dengan pelatih Roger Schimdt.

Hubungan Mohamed Ihattaren dengan pelatih Schimdt sudah buruk dan membuatnya tidak didaftarkan ketika bermain melawan Ajax, yang membuat ikatan mereka semakin renggang.

Pelatih asal Jerman tersebut mengatakan bahwa Ihattaren tidak bisa bertindak secara profesional dan kurang disiplin. Itu yang membuatnya di depak dari skuad PSV ketika berhadapan dengan Ajax.

“Seluruh staf, pemain dan komisaris melakukan segalanya untuk mendukung Ihattaren dan membuatnya berharga di PSV. Tetapi dia tidak mengambil kesempatan itu. Oleh karena itu, PSV memutuskan untuk mengeluarkan gelandang berusia 19 tahun itu dari skuad melawan Ajax,” ungkap Roger Schmidt pada pers yang dirilis, Minggu (28/2).

“Pada hari Kamis dia tidak bertindak secara profesional, kurang motivasi dan kurang disiplin. Oleh karena itu kami mengambil keputusan ini.”

Roger Schimdt beranggapan bahwa semua orang telah berusaha mendukungnya, namun dia justru mundur dan memberikan kesan yang buruk, yang membuatnya tidak mendapatkan tempat di skuad utama.

“Itu benar-benar tidak dapat diterima. Saya tidak mungkin memberinya tempat.”

“Hari ini (Minggu) dia dapat melihat apa yang dibutuhkan dalam posisinya. Jika dia bekerja sekeras Mario Gotze, Ryan Thomas, Mauro Junior, Cody Gakpo atau Noni Madueke, itu masih bisa membuatnya dipertimbangkan untuk mendapatkan tempat. Jika tidak, itu tidak mungkin. Terserah dia apakah dia bisa bermain pertandingan lagi di masa depan.”

Namun bagi agen sang pemain, Mino Raiola tidak setuju dengan keputusan pelatih untuk menyingkirkan Ihattaren dari skuad. Agen asal Italia tersebut merasa pilihan yang dibuat oleh Schmidt tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pemain lain.

“Saya tidak setuju dengan pernyataan atau keputusan pelatih untuk mengeluarkan Ihattaren dari skuad. Saya pikir pelatih telah kehilangan arah ketika dia harus membenarkan alasannya kepada para pemain,” ujar Raiola kepada De Telegraaf.

“Saya belum pernah melihat ini sebelumnya dan itu tidak masuk akal. Dari apa yang saya dengar, para pemain bahkan tidak menyetujuinya.”

Memang, hubungan antara pemain dan pelatih tidak bisa terjalin bagus untuk selamanya, namun komunikasi atau bounding harus bisa dibangun di dalam tim agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi siapapun.

Raiola merasa cara pelatih PSV berkomunikasi cukup lemah. Dia juga akan mencoba berbicara secara pribadi kepada pemainnya.

“Begitulah adanya. Tidak setiap pelatih cocok dengan setiap pemain, begitu juga sebaliknya. Saya mengalaminya dengan pemain besar di dunia. Kadang-kadang terjadi begitu saja. Tetapi cara pelatih ini berkomunikasi sangat lemah.”

“Saya akan membicarakan hal ini dengan yang bersangkutan, tetapi saya tidak suka melibatkan pihak ketiga. PSV tidak pantas melakukan ini.” (*/Yos)

Iklan
0