Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Liverpool FC v Leeds United - Pre-Season FriendlyGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Pukulan ganda untuk Iraola: duo Liverpool mendekati kepergian

Liverpool bersiap melepas dua pemain andalannya pada bursa transfer musim panas ini, dengan Curtis Jones yang semakin dekat menuju Inter Milan, sementara negosiasi Tottenham Hotspur untuk mendatangkan pemain Belanda Cody Gakpo terus berkembang.

Kepergian dua pemain ini berpotensi terjadi sebagai bagian dari proses pembangunan ulang skuad Liverpool secara besar-besaran di bawah kepemimpinan pelatih Andoni Iraola, yang berupaya membentuk kembali tim sebelum musim baru dimulai.

Jones tengah menjalani tahun terakhir kontraknya bersama Liverpool, di saat keinginan Tottenham untuk merekrut Gakpo semakin meningkat, bersamaan dengan langkah klub Inggris tersebut untuk mendatangkan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola.

Dengan demikian, Liverpool berada di hadapan sebuah persamaan yang rumit, yaitu meraih keuntungan finansial yang baik dari penjualan pemain, sekaligus memastikan agar tidak melemahkan daftar skuad tim atau membiarkannya kekurangan pemain sebelum musim dimulai.

Inter menekan untuk merampungkan kesepakatan Jones

Sumber yang mengetahui bursa transfer mengungkap kepada situs "CaughtOffside", bahwa Inter Milan menempatkan Curtis Jones sebagai prioritas utamanya, dan meyakini kesepakatan bisa dirampungkan dengan mahar sekitar 35 juta euro.

Liverpool sebelumnya berharap mendapatkan sekitar 40 juta euro atas pemainnya, namun kesediaan Jones untuk menjalani pengalaman baru di Liga Italia dapat mendorong negosiasi menuju tahap-tahap yang menentukan.

Spekulasi seputar masa depan gelandang tersebut meningkat belakangan ini, terutama dengan absennya dia dari sejumlah pertandingan tim. Namun, laporan-laporan yang dekat dengan Liverpool menjelaskan bahwa keputusan mencoretnya disebabkan oleh masalah pada area panggul, di samping prosedur terkait pengelolaan kebugaran fisiknya, dan bukan bertujuan melindunginya dari cedera menjelang kemungkinan kepindahan.

Mengingat statusnya yang telah memasuki tahun terakhir kontrak, Liverpool mungkin menemukan peluang yang tepat dengan menjual Jones musim panas ini untuk menghindari kehilangan dia secara gratis di akhir musim depan, terutama dengan adanya ketertarikan yang jelas dari Inter Milan.

Gakpo mendekat ke Tottenham

Di sisi lain, negosiasi kepindahan Cody Gakpo ke Tottenham Hotspur mengalami perkembangan yang pesat. Winger Belanda itu telah mencapai kesepakatan awal dengan Tottenham terkait persyaratan personal, sebuah langkah yang dapat membuka jalan bagi rampungnya kesepakatan tersebut.

Liverpool bersikeras mendapatkan lebih dari 60 juta pound sterling untuk melepas Gakpo, sementara perkiraan lain menyebutkan bahwa klub menaksir nilai pemain itu sekitar 70 juta pound sterling.

Situasi Gakpo berbeda dengan Jones; sebab pemain itu terikat kontrak dengan Liverpool hingga tahun 2030, yang memberikan klub Inggris tersebut posisi tawar yang kuat, dan berarti mereka tidak harus menyetujui kepergiannya kecuali tawaran finansial mencapai nilai yang mereka tetapkan.

Masa depan Gakpo berkaitan langsung dengan rencana Liverpool untuk memperkuat opsi serangannya, terutama di lini sayap. Klub menempatkan Bradley Barcola, winger Paris Saint-Germain, sebagai salah satu target utamanya di bursa transfer, setelah mencapai kesepakatan dengan pemain tersebut terkait persyaratan personal, sementara klub Prancis itu masih bertahan pada tuntutan finansialnya yang tinggi.

Liverpool di hadapan persamaan yang sulit

Meskipun penjualan Jones dan Gakpo dapat menjadi keuntungan finansial yang penting bagi Liverpool, manajemen klub dituntut untuk menangani berkas ini dengan hati-hati, sebab akan menjadi hal yang penting untuk mengamankan pengganti sebelum mengizinkan kepergian keduanya.

Penjualan Jones tampak masuk akal dari sisi finansial, terutama karena kontraknya berakhir musim panas depan, sementara nilainya saat ini bisa mencapai sekitar 35 juta euro, dengan adanya ketertarikan serius dari Inter dan keinginan pemain untuk menjalani pengalaman baru di Italia.

Adapun Gakpo, situasinya sama sekali berbeda; sebab kontraknya membentang hingga tahun 2030, sehingga Liverpool tidak memiliki alasan apa pun untuk terburu-buru menjualnya, kecuali jika Tottenham mengajukan tawaran yang sesuai dengan penilaian finansial klub.

Pada akhirnya, kepergian yang berpotensi terjadi pada Jones dan Gakpo tampaknya bukan sekadar langkah untuk mengurangi jumlah pemain atau meraih keuntungan finansial, melainkan datang sebagai bagian dari rencana yang lebih besar untuk membentuk kembali skuad Liverpool, sekaligus memberi Iraola ruang untuk membangun ulang tim sesuai visi teknisnya sebelum musim baru dimulai.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google