Setelah kemenangan spektakuler PSV 4-3 atas FC Utrecht, Peter Bosz tidak meninggalkan sedikit pun keraguan mengenai masa depan Ismael Saibari. Pelatih tersebut berbicara dengan tegas mengenai pemain andalannya dan menekankan bahwa hanya tawaran dengan nilai yang sangat tinggi yang dapat dipertimbangkan. “Jadi saya bertanya-tanya: berapa harga Ismael? Jika terserah saya, kami tidak akan melepasnya dengan harga 60 juta.”
Saibari menjadi bintang utama di Stadion Philips pada Sabtu malam. PSV sempat tertinggal 0-2 di awal pertandingan, namun berhasil bangkit dengan gemilang dalam laga yang sarat gol. Gelandang tersebut memainkan peran kunci dengan mencetak dua gol dan memberikan satu assist melalui aksi apik.
Setelah pertandingan, Saibari ditanya tentang pernyataan Ron Jans, yang mengatakan bahwa timnya 'kalah dari Saibari'. Gelandang tersebut tetap rendah hati menanggapi kata-kata itu. “Itu pujian yang bagus, tapi saya bukan satu-satunya di lapangan.”
Bosz kemudian membahas secara mendalam perkembangan pemainnya dan berbicara dengan penuh kekaguman. “Jika berbicara tentang Ismael, saya memang secara sadar memikirkan: bagaimana dia bisa sampai di sini, bagaimana saya menemukannya di sini tiga tahun lalu, dan perkembangan apa yang menurutmu harus dia lalui?” Selanjutnya, ia menekankan kualitas uniknya: “Dia memiliki sesuatu yang mungkin tidak akan pernah dimiliki pemain lain.”
Pelatih itu menjadi lebih spesifik tentang apa yang membuat Saibari begitu istimewa. “Itu adalah kekuatan yang luar biasa, yang bisa dikombinasikan dengan kemampuan teknis. Dan jika kamu juga memiliki wawasan, maka kamu adalah pemain yang cukup lengkap.” Menurut Bosz, hal itu menempatkannya dalam kategori yang luar biasa.
Ketika ditanya berapa harga yang harus dibayar agar Saibari boleh hengkang, Bosz tetap tegas dan serius. “Aku serius, lho? Kamu tidak bisa begitu saja pergi,” katanya secara langsung kepada pemainnya. “Negara-negara yang mampu membayarnya, di situlah dia tentu saja akan sangat cocok. Yang dimaksud terutama adalah Liga Premier. Jadi, jika ada klub dari sana yang datang, saya bisa membayangkan mereka harus membayar sangat mahal.”




