PSSI memastikan bahwa mereka belum memutus kontrak pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-19 Indra Sjafri. Sebelumnya sempat dikabarkan, bahwa dalam rapat Komite Eksekutif PSSI yang digelar di Makostrad, Jakarta, Kamis (9/11), kuat suara dalam rapat itu untuk tak memperpanjang kontrak Indra.
Tampaknya, itu tak terlepas dari hasil Indonesia U-19 di Grup F Pra Piala Asia U-19 2018 yang digelar di Paju, Korea Selatan, beberapa waktu lalu. Di mana tim Garuda Nusantara hanya meraih dua kemenangan atas Brunei Darussalam (5-0), Timor Leste (5-0), serta menderita dua kekalahan dari Korea Selatan (4-0) dan Malaysia (4-1). Itu membuat Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan hanya menempati posisi ketiga dengan enam poin.
Beruntung, Indonesia U-19 tetap dipastikan lolos, lantaran bertindak sebagai tuan rumah putaran final tahun depan.
"Kami pekan depan akan memanggil pelatih (timnas) U-19 dan U-16 untuk melakukan evaluasi. Sebatas itu. Jangan dikembangkan dan jangan lebih dulu men-judge (menghakimi)," kata Ratu Tisha Destria, sekretaris jenderal PSSI dalam jumpa pers di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Jumat (10/11) malam.
"Kita tak bisa menyimpulkan sesuatu sebelum ada evaluasi. Karena ini sepakbola, maka kita tidak bisa sepihak. Kita tidak bisa melakukan evaluasi tanpa ada pihak yang ingin dievaluasi," ujarnya dengan penuh diplomatis.
Sementara itu, kontrak Indra memang akan berakhir pada Desember 2017. Bahkan, sebelum bertolak ke Korea Selatan, Indra sudah mendapatkan kepastian dari PSSI bahwa kontraknya akan diperpanjang. Namun ternyata, masih ada kemungkinan bakal ada keputusan lain yang akan diambil PSSI setelah melihat performa Indonesia U-19 di PPA U-19 2018.

