Manajemen PSS Sleman secara resmi mengajukan banding terhadap keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI yang dianggap menjatuhkan sanksi terlalu berat terkait kericuhan antarsuporter di laga pembuka Liga 1 2019.
Kericuhan itu terjadi ketika Super Elang Jawa menjamu Arema FC pada 15 Mei. Komdis selanjutnya memberikan sanksi berupa penutupan tribune selatan di empat laga kandang beruntun, serta dendar Rp200 juta.
Dilansir laman resmi klub, manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) menyatakan, mereka telah mengajukan banding ke Komdis PSSI melalui surat bernomor 511/Spm/PSS/V/2019 agar diberikan keringanan sanksi.
“Dengan beberapa pertimbangan dan fakta di lapangan, [kami] meminta agar sanksi penutupan tribune hanya berlaku untuk pertandingan hingga bulan Juni,” demikian pernyataan manajemen.
“Dengan adanya bukti dan fakta di lapangan yang turut disertakan sebagai bentuk keberatan, PSS berharap permohonan pengurangan sanksi dapat dikabulkan, dan menjadi pembelajaran untuk kemudian hari.”





