LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning menilai lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi setelah bermain imbang 1-1 melawan Sriwijaya FC di Stadion Teladan kemarin.
PSMS sempat unggul lebih dulu melalui Natanael Siringoringo pada menit ke-25, namun Ahmad Ihwan menyamakan kedudukan di menit ke-55. Gurning mengaku timnya kecolongan karena lengah di pertahanan.
“Gol yang terjadi ke gawang kami menunjukkan anak-anak tidak siap, sehingga bisa kecolongan. Sudah berkali-kali kami ingatkan di pertahanan supaya tidak kebobolan. Nanti akan segera dievaluasi,” cetus Gurning.
Ini merupakan kedua kali beruntun PSMS gagal menang. Sebelumnya mereka tumbang di kandang Babel United 1-0. PSMS saat ini masih menghuni posisi kedua dengan koleksi 17 poin, sama dengan Sriwijaya yang juga mengoleksi poin sama.
“Memang rawan di klasemen. Mudah-mudahan selanjutnya bisa kami maksimalkan bisa naik peringkat lagi,” tambah Gurning.
Sedangkan terkait performa Natanael yang diturunkan sebagai starter, meski baru kembali dari pemusatan latihan timnas U-23, Gurning cukup puas. Namun Gurning menyesalkan satu peluang Natanael yang melayang percuma.
“[Natanael] Cukup bagus, tapi dia tidak kurang tenang di kotak penalti. Kalau dia sudah pemain senior, tentu saya yakin lebih tenang. Selain itu peluang Rendi juga tadi kami sangat sesalkan. Padahal dia sudah bidik itu gawangnya,” tambahnya.
Sementara itu di kubu lawan, Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi puas targetnya meraih satu poin tercapai. Menurutnya itu berkat kerja keras para pemain.
“Kami puas, sesuai target bisa bawa satu poin. Kami sabar menghadapi permainan PSMS yang cepat dan keras. Kami juga mengandalkan serangan balik,” ucap Kas Hartadi. (gk-71)
