Kekalahan 1-0 PSMS Medan dari Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (8/7), menyisakan rasa kecewa bagi bek asing PSMS, Reinaldo Lobo. Kekecewaan bek asal Brasil ini ditujukan kepada kepemimpinan wasit yang dinilai kurang cakap mengambil keputusan.
Pada laga itu Lobo mengoleksi kartu kuning pertamanya setelah sempat absen karena akumulasi. Lobo yang merasa dikasari Raphael Maitimo memprotes kepada wasit. Namun malah Lobo yang diberikan kartu kuning oleh wasit Handri Kristanto.
"Saya protes ke wasit karena ada bekas tendangan Maitimo ke badan saya. Saya tunjukkan buktinya kepada wasit. Tapi saya yang diberikan hukuman," katanya kepada wartawan, usai pertandingan.
Apalagi menurut Lobo dia sudah coba melakukan protes dengan santun kepada wasit. "Saya hanya berbicara dengan dia. Tidak ada kata-kata kasar. Saya hanya menunjukkan bukti saya dilanggar Maitimo," terangnya.
Syukurnya, Lobo baru mengoleksi satu kartu lagi karena sebelumnya sudah menjalani sanksi akumulasi kartu. Dia pun bisa membela PSMS menghadapi Arema FC dan Persib Bandung. "Tidak ada akumulasi. Kartu kuning ini tidak membuat saya absen menghadapi laga berikutnya," kata Lobo.
Tidak hanya Lobo, gelandang PSMS, Dilshod Sharofetdinov, usai peluit panjang ditiupkan juga terlihat melakukan protes kepada wasit. Kemungkinan karena waktu pertandingan yang belum seharusnya berakhir.
Sementara pelatih PSMS Djajang Nurdjaman mengaku tidak melihat kejadian tersebut. Dia juga memaklumi hal tersebut. "Kalau dia (Lobo) protes karena mempertanyakan dirinya diterjang oleh Maitimo tentu lagi-lagi kita pertanyakan kepemimpinan wasit. Tapi kami maklumi kalau wasit-wasit kita seperti itu," pungkasnya.(gk-71)




