LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin mengaku tidak ingin terpengaruh dengan nada sumbang tentang pengaturan juara Liga 1 2018 yang santer di media sosial, dan fokus dengan pertandingan sisa.
Persaingan memburu gelar juara sangat ketat dengan tiga tim berada di atas angin, yakni PSM, Persija Jakarta dan Persib Bandung. Sedangkan empat tim lainnya, Bhayangkara FC, Madura United, Borneo FC, dan Bali United berpotensi menyodok ke tiga besar.
“Kami tidak terpengaruh dengan isu setting-an juara. Kalau menurut saya sih main dengan baik, fokus kepada diri sendiri, dan memaksimalkan pertandingan kami,” ujar pria yang akrab dipanggil Appi ini kepada Goal Indonesia.
“Semua pasti melihat, pertandingan kan disiarkan langsung. Kalau ada hal yang aneh, semuanya bisa terlihat. Tentu kami juga berharap itu tidak akan pernah terjadi, karena mengotori sepakbola Indonesia.”
Pertemuan PSM dengan Persija pada 16 November bisa menjadi laga kunci bagi Juku Eja, mengingat Macan Kemayoran saat ini merupakan persaingan terdekat, karena mereka hanya berselisih dua poin. Namun, Persija masih memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak.
“Tentu kami masih mengharap pertandingan demi pertandingan bisa diselesaikan dengan baik, termasuk melawan Persija. Bukan saatnya untuk tengkurap dan meratapi kekalahan dari Madura [United]. Kami harus bisa bangkit di pertandingan selanjutnya agar memiliki hasil yang lebih baik,” tegasnya.
Di sisi lain, Appi mengaku lega lisensi klub profesional yang menjadi syarat bermain di Asia bisa terpenuhi tahun ini. Menurutnya, ini menjadi buah dari kerja keras yang disusun tim manajemen.
“Kami berusaha sejajar dengan klub yang ada di Indonesia, karena kami melihat tahun lalu kami sangat minim, sehingga kami memperbaikinya. Jika kami bermain di Asia, insyaallah akan memperlihatkan kekuatan kami. Bukan pertama kalinya kami bermain di kompetisi antarklub Asia. Beberapa tahun lalu kami pernah, dan berharap tahun ini bisa terulang,” papar Appi. (gk-48)
Goal Indonesia