Tidak adanya kepastian dari panitia pelaksana (panpel) trofeo Battle of Borneo pada 3 Maret membuat jajaran pelatih dan manajemen PSM Makassar membatalkan keikutsertaan mereka.
Media officer Andi Widya Syadzwina menuding panpel trofeo tidak berkomitmen terhadap peserta setelah manajemen menerima pemberitahuan dari event organizer (EO).
“Mengenai apa yang terjadi dengan turnamen ini, silakan tanya kepada pihak Persiba Balikpapan. EO-nya sore tadi tiba-tiba membatalkan. Panitia di Balikpapan juga telat ambil keputusan tetap jalan atau tidak. Sampai jam 06:00 sore tidak ada kejelasan, jadi kami anggap batal. Karena itu, PSM tidak akan ikut serta,” tutur Wina.
Hal senada diungkapkan Robert Rene Alberts. Pelatih PSM ini mengaku heran dengan penyelenggara trofeo Battle Of Borneo. Menurutnya, perubahan tiba-tiba merupakan hal yang aneh. Namun Rene Alberts sudah melakukan antisipasi dengan mengagendakan uji coba pada akhir pekan ini.
“Semua tiba tiba, saya heran. Kami akan melakukan uji coba pada hari Sabtu nanti. Soal lawan kami akan sampaikan,” kata Pelatih asal Belanda tersebut.
Rene Alberts menambahkan, ia terus memantau klub pesaing di Liga 1 2018. Menurutnya, hingga saat ini dirinya baru mendapat gambaran mengenai kekuatan Persija Jakarta dan Bali United, karena kedua tim itu tampil di Piala AFC.
“Kami lihat Bali United dan Persija Jakarta yang sangat bagus saat ini. Mereka sekarang berlaga di AFC. Tapi Saya kira tim kami dalam level yang lebih bagus, dan kami pernah kalahkan Persib Bandung. Itu artinya kami sangat bagus saat ini,” ucap Rene Alberts. (gk-69)



