Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
PSIS Semarang (Vs. Persib Bandung)Aurelius Balakosa

PSIS vs Persib - Jafri Sastra: Kartu Merah Patrick Mota Kesalahan Kami


LIPUTAN  AURELIUS BALAKOSA  DARI MAGELANG


Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menyebut kekalahan atas Persib Bandung merupakan kerugian yang sangat besar bagi timnya karena terjadi di kandang dan juga karena kesalahan sendiri akibat kartu merah gelandang Patrick Mota.

Persib unggul 1-0 di Stadion Moch Soebroto, Minggu (21/7), menyusul gol tunggal Ezechiel N'Douassel di babak kedua setelah PSIS bermain dengan sepuluh pemain akibat kartu kuning kedua Mota di pengujung babak pertama.

Menurut Jafri, kartu merah tersebut merusak segalanya. Strategi yang sudah berjalan sejak menit pertama harus buyar di babak kedua. Mota merupakan otak serangan dan pertahanan Laskar Mahesa Jenar bersama Arthur Bonai di lini tengah.

"Ini kekalahan kedua kami di kandang, sebuah kerugian bagi tim. Dari awal laga, kami sudah bertekad memenangi pertandingan, namun hasil di lapangan berkata lain," terang Jafri dalam jumpa pers usai pertandingan.

"Dengan 10 pemain, kami susah mengembangkan permainan, terutama di babak kedua dengan pressing dari Persib. Babak pertama, PSIS menguasai pertandingan hingga insiden yang tidak perlu terjadi."

"Wasit memiliki penilaian tersendiri atas insiden tersebut. Menurut saya, itu karena kebodohan pemain sendiri yang seharusnya tidak perlu melakukan hal tersebut," tegasnya. 

Jafri Sastra PSIS - Persib BandungAurelius Balakosa

Sejak tertinggal 0-1 di babak kedua, Laskar Mahesa Jenar sebetulnya memiliki peluang emas dari tendangan bebas Septian David Maulana dan situasi satu-lawan-satu Hari Nur Yulianto pada menit ke-90. Namun, tak ada yang terkonversi menjadi gol penyama.

"Anak-anak sudah berusaha menunjukkan permainan yang bagus dengan 10 pemain. Strategi hampir sama saat mengalahkan PSS Sleman, bedanya saat itu kami bermain 11 versus 11 selama 90 menit, di pertandingan rapat lawan Persib, kami bermain 10 pemain di babak kedua," ujarnya.

"Perubahan strategi sudah dilakukan dengan memasukkan Tegar Infantrie, Shoehi Matsunaga dan Riyan Ardiansyah, namun hasil akhir tidak memihak kami," pungkasnya. (GK-18)

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google