Pertandingan penting PSIS Semarang akan tersaji akhir pekan ini dengan menjamu tim yang tengah on fire, PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (2/11), kick-off pukul 15.30 WIB.
Bertindak sebagai tuan rumah, Laskar Mahesa Jenar justru bertanding di home base Super Elang Jawa, karena tidak mendapatkan rekomendasi izin pertandingan di Stadion Moch Soebroto, Magelang.
Ketua panpel PSIS, Danur Rispianto mengemukakan, panpel akan mencetak 33 ribu lembar tiket bagi suporter kedua tim. Untuk kuota khusus Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter PSS, diberikan sebanyak 5.000 lembar yang akan ditempatkan di tribun timur.
"Penempatan suporter kedua tim sudah dibahas di antara masing-masing suporter dan disepakati Panser Biru di tribun selatan sebagian timur, lalu SneX di tribun utara yang sebagian Slemania. Adapun BCS di tribun timur. Masing-masing batas suporter akan dibatasi dengan barikade," kata Danur, dalam jumpa pers di Kantor PSIS Semarang, jalan Semeru Dalam, Semarang, Kamis (31/10).
"Untuk harga tiket di tribun barat Rp90 ribu, utara-selatan Rp45 ribu, dan timur Rp55 ribu. Kami sangat respek dengan BCS yang legawa mengikuti aturan dari Panpel PSIS untuk penempatan tribun timur. Distribusi tiket suporter dikelola masing-masing suporter," jelasnya.
Danur menggarisbawahi, kedua suporter tim untuk bisa menjaga ketertiban dan keamanan baik sebelum, saat laga, ataupun pascapertandingan.
"Kalah atau menang hal yang biasa dalam sepakbola, terpenting pascalaga suasana tetap kondusif. Jika terjadi kericuhan akan berakibat pada perizinan home PSIS ke depan, karena kami tidak memiliki home base," ucapnya.
Sementara itu, terjadi peningkatan jumlah personel keamanan dalam laga ini. Jika biasanya melibatkan 800 personel, di pertandingan yang mempertemukan dua anggota suporter besar tersebut panpel menyiapkan 1.600 personel keamanan.
"Kami tidak ingin terjadi kericuhan sekecil apa pun. Walaupun ini home bagi PSIS, tetapi rasa tandang, jadi kami harus menghormati warga Sleman dan sekitarnya. Kami berharap pertandingan berjalan menarik dan menghibur, serta tertib dan kondusif," kata Danur.
Soal perizinan, Danur mengakui rumitnya mendapatkan rekomendasi izin dari kepolisian wilayah Yogyakarta, khususnya wilayah Kabupaten Sleman.
"Akhirnya setelah melalui proses yang rumit, kami berhasil menemukan tempat pertandingan PSIS lawan PSS, yakni di Stadion Maguwoharjo, pukul 15.30 WIB, setelah sebelumnya kami jajaki lokasi di Jepara, Lamongan, dan Sidoarjo," bebernya.
"Untuk mendapatkan rekomendasi izin juga sangat berliku. Menjelang akhir kompetisi banyak di daerah-daerah ada kejadian luar biasa sehingga membuat kekhawatiran pada pihak keamanan. Terakhir kericuhan di Surabaya yang berimbas pada proses perizinan kami di Sleman," sambung Danur.
Setelah dipastikan mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian, Danur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses perizinan ini.(gk-18)



