Pep Guardiola & Mauricio PochettinoGetty Images

PSG Tersingkir Di Semi-Final Liga Champions, Mauricio Pochettino: Selamat Buat Manchester City

Pelatih Paris Saint-Germain Mauricio Pochettino tak sungkan memberi selamat kepada Manchester City yang sukses mencapai final Liga Champions pertamanya dalam sejarah klub.

Keberhasilan ini sekaligus menyudahi catatan empat eliminasi yang dialami Guardiola di semi-final UCL sebelumnya, sedangkan ini adalah final pertamanya sejak 2010/11 bersama Barcelona.

City sendiri memastikan satu tiket ke partai puncak kompetisi elite Eropa setelah mengalahkan PSG lewat agregat 4-1, dengan klub Inggris itu mengamankan skor 2-0 di leg kedua semi-final, Rabu (5/5) dini hari WIB tadi.

Di pertandingan yang digelar di Etihad Stadium semalam, City mendapatkan kemenangannya berkat brace yang dicetak Riyad Mahrez. Bintang asal Aljazair itu adalah pemain kedua yang sanggup mencetak gol di dua pertemuan semi-final Liga Champions untuk klub Inggris setelah Sadio Mane melakukannya bersama Liverpool pada 2017/18 silam.

PSG selaku tim tamu terpaksa bermain dengan sepuluh orang di menit ke-69 seusai Angel di Maria diberi kartu merah langsung oleh wasit Bjorn Kuipers karena berseteru dengan Fernandinho.

Berbicara mengenai kekalahan timnya, Pochettino kepada laman resmi UEFA mengatakan: “Kami memainkan permainan yang kami rencanakan. Kami memulai laga dengan sangat baik, menciptakan banyak peluang dan mendominasi Manchester City. Itu tidak mudah. Tidak banyak tim yang bisa mendominasi Manchester City.

“Terkadang di sepakbola Anda butuh sekian persen keberuntungan di beberapa periode pertandingan. Pada akhirnya, mereka [City] lebih taktis. Mereka mencetak gol dari situasi di mana kami melakukan tekanan tinggi, dengan umpan jauh.”

Pochettino pun tak ketinggalan memberi selamat kepada rivalnya tersebut. Ia menambahkan: “Saya perlu menyelamati Manchester City karena mereka memiliki musim yang fantastis. Setelah enam atau tujuh tahun bekerja, Pep menuai hasil. Di waktu yang sama, kami merasa bangga dengan para pemain dan tim kami.

“Selama 180 menit, untuk 40 atau 45 menit kami bermain dengan sepuluh orang. Itu adalah keunggulan besar [buat lawan]. Inilah sepakbola, namun kami sudah bersaing dan kami selalu dalam permainan. Malam ini bukan untuk kami atau malam sebelumnya ketika kami bermain di Paris.”

Di partai tadi, Pochettino tidak bisa mengandalkan tenaga Kylian Mbappe yang masih cedera. Ditanya apakah itu merupakan salah satu faktor yang membuat timnya tersingkir, eks manajer Tottenham Hotspur ini menambahkan: “Itu tidak bisa dijadikan alasan.

“Tentu saja, ini bukan keberuntungan bahwa dia tidak siap membantu tim, namun itu bukan alasan. Kami tidak bisa memakai itu [sebagai alasan] karena performa dari tim ini sudah bagus.”

Iklan
0