Galtier PSGGetty Images

PSG Kalah Tiga Kali Beruntun, Christophe Galtier Marah "Diejek" Reporter Ligue 1

Pelatih Paris Saint-Germain, Christophe Galtier, menuduh seorang reporter melontarkan pertanyaan ejekan ketika bertanya tentang taktik timnya.

Tiga kekalahan beruntun PSG di lintas ajang membuat Galtier dalam sorotan. Les Parisiens tersingkir dari Coupe de France di tangan Marseille diikuti oleh kekalahan dari Monaco di Ligue 1, dan dipermalukan Bayern Munich pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Terdekat, PSG bakal menjamu Lille—mantan klub yang dilatih Galtier—pada pekan ke-24 Ligue di Parc des Princes, Minggu (19/2).

Dalam sesi temu pers sebelum pertandingan, pelatih berusia 56 tahun itu ditanyai apakah akan kembali menggunakan taktik blok rendah yang diterapkan dalam kekalahan dari Bayern, tengah pekan ini.

Terhambat oleh cedera, Galtier menggunakan taktik bertahan dalam laga tersebut sampai ia memasukkan Kylian Mbappe—yang kembali dari cedera—pada paruh kedua yang akhirnya mampu membuka permainan.

"Apakah Anda mengolok-olok saya dengan menanyakan pertanyaan ini?," ucap Galtier, menyela pertanyaan reporter itu.

"Apakah menurut Anda saya puas dengan apa yang saya lihat melawan Bayern? Tidak, saya tidak puas."

"Pemain saya tidak melakukannya dengan baik. Kami memiliki strategi permainan yang disesuaikan dengan pemain yang tersedia."

"Apakah Anda berpikir bahwa menurunkan Warren Zaire-Emery (winger berusia 17 tahun) dalam pertandingan penting Liga Champions adalah sesuatu yang telah saya rencanakan?"

“Keadaan yang memaksa itu, dan saya tidak punya pilihan lain. Kami ingin menahan Bayern Munich, untuk kemudian menyerang pada babak kedua dengan memasukkan Kylian."

“Ketika Kylian masuk, itu menciptakan lebih banyak celah untuk Bayern, juga untuk kami. Ini pertandingan yang berbeda."

"Saya menghargai pertanyaan Anda, tetapi jika Anda berpikir bahwa saya menikmati menonton tim saya bermain seperti itu selama 60 menit, itu karena Anda kurang memiliki rasa hormat," pungkasnya.

Galtier berada di musim pertama bersama PSG. Ia menggantikan Mauricio Pochettino yang memimpin tim ibu kota meraih gelar Ligue 1 musim 2021/22, tapi tersingkir dari Coupe de France dan Liga Champions pada babak 16 besar.

Iklan