Kylian Mbappe mungkin salah satu pemain terbaik di dunia, namun Jerome Rothen mengklaim ego penyerang Paris Saint-Germain itu terlalu "bermasalah" dan tak lagi mampu diatur oleh manajer Prancis Didier Deschamps.
Baru berusia 22 tahun, striker lincah itu telah mengoleksi empat titel Ligue 1 dan trofi Piala Dunia. Ia kini tengah mengejar kejayaan bagi negaranya di Euro.
Puja dan puji kerap melayang bagi pemain muda penuh talenta itu, namun eks pemain PSG dan Les Bleus Rothen merasa Mbappe terlalu berkuasa dan kian sulit dilatih.
Rothen, yang memiliki 13 penampilan bagi negaranya dan tergabung dalam skuad mereka pada Euro 2004, berbicara pada RMC Sport soal Mbappe: "Tak masalah bagi saya bahwa ia pemimpin di lapangan... [egonya] ikut ke lapangan, itu yang bikin saya jengkel."
"Saya rasa Didier Deschamps tak lagi mampu mengaturnya dan itu bermasalah. Mengejutkan betapa ia membiarkan Kylian Mbappe melakukan banyak hal."
"Apakah ia memiliki mindset yang tepat seperti saat di PSG menjelang akhir musim? Saya rasa tidak."
"Kami berharap lebih dari Kylian Mbappe. Semua berpendapat bahwa Mbappe salah satu pemain terbaik di Eropa. Tetapi jika Anda langsung menempatkannya sebagai yang terbaik, Anda tidak bisa puas."
GettyKemampuan Mbappe akan membuatnya menjadi sosok penting dalam rancangan Deschamps di Piala Eropa meski belum mencetak gol.
Ia tampil apik dalam tiga laga yang membawa Prancis memuncaki 'Grup Neraka' dan berjuang sekuat tenaga untuk membuka keran gol di panggung internasional ini.
Namun Rothen berpendapat bahwa Mbappe tidak usah mengambil perekik karena Les Bleus memiliki opsi yang lebih baik.
Ia menambahkan: "Apakah ia sadar ia tidak punya kelas yang sama dengan beberapa [pemain lain] di skuad menyoal bola mati?"
"Mungkin ia mencetak gol [lewat perekik] di latihan. Tapi saya menonton semua pertandingan Mbappe. Ingat ada tendangan bebas ajaib? Dari 25 meter?"
"Di sisi lain saya ingat beberapa milik [Antoine] Griezmann, milik [Paul] Pogba. Itu sudah dua, penendang kaki kiri dan kaki kanan. Lalu apa yang [Mbappe] lakukan di situ?"
Prancis akan kembali beraksi pada gelaran Euro 2020 besok Selasa (29/6) dini hari WIB dengan menghadapi Swiss di babak 16 besar.
