Profil Klub Liga 1 2019: Borneo FC

Komentar()
Tim Borneo FC
Borneo FC Media / Fachrul
Anggaran cukup besar dikucurkan Borneo FC demi mewujudkan ambisi menjadi juara.

Torehan mengesankan didapat Borneo FC pada musim lalu dengan menempati peringkat ketujuh klasemen akhir. Kini, di tahun 2019, Pesut Etam mengusung ambisi tampil sebagai juara, dan menembus kompetisi Asia.

Manajemen kemudian merekrut Fabio Lopez untuk mewujudkan ambisi, dan pelatih asal Italia ini diyakini bisa memenuhi target mereka. Apalagi mereka menjadi satu-satunya wakil Kalimantan Timur setelah Mitra Kukar terdegradasi ke Liga 2.

Namun kenyataan pahit harus mereka terima. Borneo FC mendapatkan hasil buruk di turnamen pramusim Piala Presiden 2019. Klub berbasis di Samarinda ini menelan tiga kekalahan. Kondisi makin buruk, karena mereka gagal melesakkan satu pun gol.

Kegagalan itu berujung kepada pemecatan Lopez. Manajemen selanjutnya mendatangkan Mario Gomez. Eks pelatih Persib Bandung ini langsung unjuk gigi ketika sukses membawa Borneo FC lolos ke semi-final setelah mengatasi mantan klubnya.

“Target kami masih seperti awal tahun. Kami mempersiapkan anggaran untuk tahun ini demi mengejar target. Rugi kalau kami tidak ada perubahan. Kehadiran coach Gomez juga bisa meningkatkan animo suporter,” tegas Nabil.


PELATIH


Roberto Carlos Mario Gómez - Borneo FC

Borneo FC percaya diri menatap musim 2019 dengan hasil bagus setelah mendatangkan Fabio Lopez. Namun kenyataan berbanding terbalik. Performa Borneo FC jeblok di turnamen pramusim Piala Presiden 2019. Hasil itu berbuntut pemecatan Fabio Lopez, dan menggantikannya dengan Mario Gomez.

Manajemen menilai Gomez bisa mengangkat performa tim. Penilaian itu berkaca dari keberhasilan Persib menempati posisi keempat klasemen akhir musim lalu, serta kesuksesannya bersama klub raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim.

Meski diberi target tinggi, Gomez tidak ingin menyerah. Kerja sama seluruh elemen klub dibutuhkan demi mewujudkan ambisi tersebut. Arsitek asal Argentina ini juga tidak memaksakan strategi kepada pemainnya.

“Strategi itu harus tergantung dari pemain, bukan dari saya. Yang terpenting adalah saat kami punya [menguasai] bola, kami bermain. Saat tidak punya bola, kami harus bekerja dan mendapatkan bola,” ucap Gomez.


PEMAIN KUNCI


Matias Conti - Borneo FC

Matias Conti menjadi satu-satunya pemain asing yang dipertahankan Borneo FC di musim 2019. Konsistensi permainannya membuat ia mempunyai nilai lebih dibandingkan legiun asing lainnya.

Conti didatangkan Borneo FC untuk mengatasi masalah penyelesaian akhir di putaran kedua musim 2018. Pemain kelahiran Argentina ini menjawab kepercayaan yang diberikan lewat torehan 11 gol dari 16 penampilan.

Harapan tinggi kembali dibebankan kepada Conti. Kedatangan Mario Gomez juga dipercaya bisa membuat Conti lebih tajam dibandingkan sebelumnya. Apalagi Gomez menyiapkan banyak gelandang untuk menjadi pelayan Conti.

“Saya senang di sini. Keluarga juga betah tinggal di Samarinda. Saya di sini karena tim ini punya target tinggi. Saya siap membantu tim lebih berprestasi dari musim sebelumnya,” tandas Conti.


SKUAT


Selebrasi Borneo FC

Kiper: Nadeo Argawinata, Gianluca Pandeynuwu, Alfonsius Kevlan.

Bek: Jan Lammers, Wildansyah, Abdul Rachman, Javlon Guseynov, Diego Michiels, Firdaus Ramadhan, Makarius Suruan.

Tengah: Asri Akbar, Renan Silva, Rifal Lastori, Ambrizal Umanailo, Mahadirga Lasut, Dody Alfayed, Sultan Samma, Finky Pasamba, Terens Puhiri, Wahyudi Hamisi, Nurdiansyah, Ichsan Kurniawan, Muhammad Sihran.

Depan: Matias Conti, Lerby Eliandry, Ulul Azmi.

 

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Manchester City Juara Liga Primer Inggris 2018/19
2. Liverpool Yang Tak Berjodoh Dengan Trofi EPL
3. Mentalitas Juara Manchester City 'Bukan Kaleng-Kaleng'
4. Antonio Conte Inginkan Romelu Lukaku Di Inter Milan
5. Mo Salah Hingga Egy: Titisan Leo Messi Dari Berbagai Negara
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup