Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi didakwa telah melakukan persekongkolan jahat dengan eks sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke terkait dengan pembagian hak siar televisi untuk sejumlah turnamen seperti Piala Dunia dan Piala Konfederasi.
Kantor Kejaksaan Agung Swiss (OAG) merilis dakwaan ini pada Kamis (20/2).
Al-Khelaifi didakwa atas perannya sebagai presiden beIN Media Grup. Bersama seorang pebisnis media selaku pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya, Al-Khelaifi diduga telah menyuap Valcke.
Selain menerima suap, Valcke didakwa OAG telah melakukan mismanajemen dan pemalsuan dokumen. Ia diduga menerima uang suap dengan nilai total €1,25 juta, mendapatkan akses gratis ke villa mewah di Sardinia, hingga menerima hadiah jam tangan mewah.
Valcke disebutkan memanfaatkan posisinya di FIFA untuk memengaruhi pembagian hak siar Piala Dunia dan Piala Konfederasi di Italia dan Yunani. Kasus ini sebetulnya sudah dibuka sejak Maret 2017, tapi dihentikan sementara setelah OAG membuat "perjanjian damai" dengan Al-Khelaifi dan Valcke.
Meski demikian, Al-Khelaif merasa yakin dirinya bersih dari segala tuduhan ini. "Saya memiliki setiap keyakinan bahwa ini semua pada akhirnya akan terbukti tidak benar dan tidak berdasar," katanya dalam pernyataan resmi.


