Presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengungkapkan bahwa Memphis Depay "kecewa" dengan Barcelona setelah klub Catalunya tersebut gagal mewujudkan transfer, tetapi sang penyerang akan mempersiapkan diri untuk pindah ke Camp Nou pada Januari mendatang.
Depay telah menyetujui persyaratan personal dengan Barcelona, seperti yang diungkapkan oleh direktur olahraga Lyon Juninho, tetapi kegagalan Blaugrana untuk menjual pemain menjelang tenggat waktu transfer membuat mereka tidak punya modal untuk menuntaskan kesepakatan.
Dengan Luis Suarez dijual ke Atletico Madrid, Depay berada di urutan teratas daftar keinginan Ronald Koeman sebagaimana ia melanjutkan pembangunan kembali skuadnya, tetapi mantan pelatih Oranje itu harus menunggu paling cepat hingga musim dingin untuk bersatu kembali dengan pemain 26 tahun tersebut.
“Sejak awal saya sudah bersikap jelas dengan Memphis,” kata Aulas di sesi konferensi pers, Rabu. “Saya berbicara dengan presiden Bartomeu di Barcelona dua kali, dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak bisa memprediksi.
“Saya tahu bahwa Koeman membuatnya terus berharap dan Memphis siap berkorban. Hari ini, dia kecewa, tetapi tidak terhadap Lyon, lebih kepada Barcelona. Dia akan melakukan semua yang dia bisa untuk pindah ke sana pada Januari.
“Ini bukan tergantung saya untuk membuat keputusan itu, itu wewenang Juninho, dengan cara yang sama dia bertanggung jawab penuh atas situasi transfer bersama Vincent Ponsot dan Rudi Garcia. Dia berjuang dengan segala yang dia miliki agar Memphis tetap bertahan.
"Saya belum menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak [Depay], tetapi karena dia selalu mengatakan tidak, tampaknya itu sulit untuk dilakukan."
Sementara itu di Barcelona, mosi tidak percaya pada presiden klub Josep Maria Bartomeu akan dilanjutkan setelah anggota klub mencapai jumlah minimum suara yang diverifikasi untuk mendorong terjadinya referendum presiden.
Penanganan buruk Bartomeu atas urusan transfer selama bertahun-tahun dipandang sebagai faktor utama ketidakmampuan klub untuk membiayai kedatangan pemain seperti Depay, selagi pertukaran Miralem Pjanic yang berusia 30 tahun dengan Arthur Melo yang jauh lebih muda menunjukkan betapa buruknya ia menangani tim.




