Javier Tebas LaLiga 2018Getty Images

Presiden La Liga Minta UEFA Hukum Manchester City & Paris Saint-Germain

Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas menginginkan agar UEFA menghukum dua klub kaya, Manchester City dan Paris Saint-Germain di tengah munculnya dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Der Spiegel dan MediaPart, bersama dengan Football Leaks sebagai bagian dari jaringan kolaborasi investigasi Eropa, menduga adanya pelanggaran FFP yang dilakukan oleh City dan PSG.

City sudah merilis sanggahan terhadap klaim tersebut, menekankan bahwa tudingan yang ada merupakan bagian dari usaha perusakan reputasi klub. Sementara PSG menegaskan bahwa mereka selalu mematuhi segala aturan yang berlaku.

Meski begitu, Tebas tetap melayangkan kritikan kepada UEFA atas cara mereka menangani rumor yang menerpa kedua klub tersebut dan lebih lanjut menuntut agar badan tertinggi sepakbola Eropa segera mengambil keputusan konkret.

"Saya melihat dua tahun lalu bahwa PSG dan Manchester City melakukan hal curang jadi itu [tuduhan] sama sekali tidak mengejutkan saya." kata Tebas kepada Goal. "Sangatlah penting bagi UEFA untuk melakukan hal nyata. Itu merupakan sesuatu yang tidak seimbang bagi dunia sepakbola dan struktur permainannya. Anda harus menghukum kedua klub tersebut."

Di hadapan Goal saat menghadiri acara Soccerex di Miami, Amerika Serikat (AS), Tebas juga melihat adanya konsistensi pelanggaran terhadap FFP yang dilakukan PSG dan meyakini bahwa klub raksasa Prancis tersebut berada pada titik serius yang memang harus dijatuhi sanksi.

"Memaksa mereka untuk melewatkan Liga Champions selama satu musim akan mengirimkan pesan bahwa aturan memang harus dipatuhi secara sungguh-sungguh. Ini bukan soal menghukum PSG secara spesifik, tapi juga memaksa semuanya untuk mengikuti aturan yang berlaku," lanjutnya.

Hanya saja kecaman tebas kepada City tak sekuat yang diutarakannya kepada PSG. Akan tetapi ia juga menginginkan adanya investigasi mendalam terhadap kampiun Inggris tersebut tentang seberapa dalam dugaan pelanggaran yang mereka lakukan.

PSG dan Manchester City memang sudah beberapa kali berurusan dengan isu FFP, dengan keduanya pernah mendapat hukuman pada 2014 lalu.

Saat itu, City membayar denda sebesar £49 juta dan wajib menerima batasan skuat setelah menjadi salah satu dari sembilan klub, termasuk PSG, yang terkenda gelombang sanksi pertama ketika FFP mulai diterapkan pada empat tahun silam.

Dalam respons terhadap tuduhan yang muncul belakangan ini, UEFA merilis pernyataan dengan menyatakan akan terbuka untuk menggelar investigasi terhadap adanya dugaan pelanggaran FFP di masa lalu apabila memang ada temuan terbaru.

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Indra Sjafri Siap Jadi Pelatih Indonesia U-23
2.Juventus Bergerak Cepat Angkut 'Andrea Pirlo Baru'
3.Giuseppe Bergomi Ungkap Penyesalan Dalam Kariernya
4.Kalah Dari Thailand, Indonesia Sudah Nothing To Lose
5.20 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
9306300dd07f62aeda29fa8444afd8ffa61ccd05
Iklan
0