Presiden FAT: Thailand Memang Butuh Perubahan

Komentar()
Thailand dianggap tak boleh puas dengan hanya raihan prestasi di level Asia Tenggara, tapi harus mengembangkan kualitas untuk bersaing di Asia.

OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter

Presiden Federasi Sepakbola Thailand (FAT) Somyot Poompunmuang merasa rentetan kekalahan di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 sama sekali tak bisa ditoleransi sembari menekankan harus adanya perubahan besar.

Seperti diketahui, Thailand yang berstatus sebagai juara Piala AFF, merupakan satu-satunya tim Asia Tenggara yang bersaing di fase ketiga kualifikasi zona Asia, namun dari tujuh partai yang ada sejauh ini mereka lewati tanpa kemenangan.

Satu-satunya hasil positif adalah saat menahan imbang Australia 2-2 di Bangkok pada November tahun lalu dan selebihnya berujung negatif. Serangkaian hasil burk tersebut memaksa Kiatisuk Senamuang mengundurkan diri sebagai pelatih, terutama setelah tim kalah telak 4-0 dari Jepang di Saitama Stadium 2002 pada awal pekan ini.

Kiatisuk Senamuang Mengundurkan Diri Sebagai Pelatih Thailand

Meski mengagumi Kiatisuk yang menurutnya memang sangat dihormati oleh para pemain tim nasional, Somyot tetap menegaskan perlunya perubahan besar dengan tujuan agar Thailand dapat menjadi salah satu tim yang disegani di Asia.

"Dari pandangan pribadi, seluruh pemain mendengarkan Kiatisuk dan ia menjaga mereka dan itu memang yang harus dilakukan setiap pelatih," ujarnya seperti dilansir Bangkok Post. "Tapi kami punya hal-hal lain agar membuat tim berkembang ke level selanjutnya. Saya ingin lihat Thailand menjadi salah satu tim top Asia.

"Jadi kami semua mengembalikan seluruh pertanyaan tentang apakah kami memang harus melakukan perubahan. Saya ingin mengetahui apa yang dipikirkan fans dan apakah kita semua memang berada pada lembaran yang sama dalam kasus ini."

"Haruskah kami hanya puas dengan memenangkan Piala AFF dan SEA Games? Dan kemudian ketika kami bermain lawan tim-tim top di Asia kami kalah 3-0 atau 4-0. Apakah fans senang dengan hal tersebut?"

"Mungkin tak masalah bagi beberapa orang, tapi bagi saya itu memalukan. Saya tak bisa menerima deretan hasil seperti itu. Jadi ada sesuatu yang harus dibereskan. Jika saya terus menjabat sebagai pimpinan FAT dalam tiga tahun ke depan tanpa usaha mengembangkan situasi, saya pikir harus mundur sekarang juga."

 

 

Tutup