Pelatih kepala Al Ahli asal Belanda, Marino Pusic, terlibat perdebatan dengan para jurnalis akibat pertanyaan mereka tentang transfer gelandang Shakhtar Donetsk asal Ukraina, Artem Bondarenko.
Sejumlah laporan media sebelumnya mengungkap bahwa Al Ahli mendekati kesepakatan untuk merekrut Bondarenko selama jendela transfer musim panas saat ini, yang datang dari klub Ukraina tersebut, dengan mahar 6 juta euro.
Transfer itu memicu kemarahan besar di kalangan suporter Al Ahli yang berharap mendapatkan pemain yang lebih kuat, terutama setelah kepergian gelandang asal Pantai Gading, Franck Kessié, seusai musim lalu berakhir.
Pusic ditanya soal transfer tersebut dalam konferensi pers menjelang laga timnya melawan Abha, lusa pada hari Sabtu, di Stadion Al Inma di Jeddah, dalam pekan kedua Liga Roshn Saudi.
Pelatih asal Belanda itu mengatakan, dalam pernyataan yang dikutip jurnalis Saudi Waleed Saeed melalui akunnya di situs "X": "Kami di sini untuk berbicara tentang pertandingan, dan belum ada hal resmi apa pun soal pemain itu hingga saat ini."
Terkait kemarahan suporter, ia menjawab: "Suporter berhak mengungkapkan kemarahan, tetapi sejujurnya saya tidak tahu apa sumber kemarahan suporter itu. Saya tahu saya berada di klub besar yang memiliki tekanan untuk meraih gelar."
Pusic mencoba meredam kemarahan itu dengan bertanya kepada para jurnalis tentang sikap mereka ketika Al Ahli merekrut gelandang asal Prancis, Valentin Atangana, pada jendela transfer musim panas lalu.
Para jurnalis menjawab pelatih asal Belanda tersebut bahwa mereka gembira ketika perekrutannya diumumkan, lalu ia menanggapi: "Saya tidak berpikir begitu."
Di sisi lain, Pusic menyinggung soal perbedaan antara dirinya dan pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, yang kini menjadi pelatih kepala Newcastle United, dan yang menakhodai Al Ahli selama tiga tahun terakhir.
Ia menutup: "Perbedaan antara saya dan pelatih sebelumnya adalah bahwa pelatih sebelumnya lebih menyukai permainan langsung, tetapi saya suka menguasai bola dan menghadirkan kesenangan bagi suporter."
Perlu dicatat bahwa Al Ahli mengawali musim dengan kemenangan yang sangat sulit atas Al Diriyah lewat satu gol tanpa balas, dalam pekan pertama Liga Roshn, sebelum mengungguli Al Anwar di babak 32 besar Piala Pelayan Dua Kota Suci.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita ini lebih mendalam di forum Kooora




