Petualangan sang juara bertahan Portugal di Euro 2020 akhirnya terhenti. Mereka terpaksa mengepak koper lebih dini setelah tak kuasa meredam Belgia di fase perdelapan-final.
Sebiji gol Thorgan Hazard sudah cukup bagi laskar Roberto Martinez untuk menyudahi langkah Cristiano Ronaldo cs.
Kendati Selecao tampil dominan dengan membombardir gawang Thibaut Courtois 23 kali, sayangnya tak satu pun ada di antaranya yang berhasil berbuah gol.
Lebih parahnya, Portugal tak hanya tersingkir. Mereka pun menorehkan catatan kelam dalam sejarah mereka di Kejuaraan Eropa. Sebagaimana dilansir Opta, pasukan Fernando Santos merepetisi sejarah menyakitkan 37 tahun yang lalu.
Portugal harus tersingkir di Euro 2020 dengan hanya meraup satu kemenangan dari empat pertandingan yang dilalui mereka, raihan terendah yang diperoleh mereka untuk pertama kalinya dalam satu edisi turnamen sejak 1984.
Rinciannya adalah: satu kemenangan, satu hasil seri dan menelan dua kekalahan.
Dua kekalahan ini didapat ketika memainkan fase grup di mana Ronaldo dan kolega dilibas Jerman 4-2, termasuk saat mereka disingkirkan Belgia dengan skor minimalis, 1-0, di babak 16 besar tadi malam.
Menurut Opta, torehan di atas membuat sang juara bertahan mengulangi sejarah kelam pada Kejuaraan Eropa edisi 1984 -- penampilan perdana Selecao di turnamen empat tahunan ini.
Pada Euro edisi itu, Portugal malah terbilang lebih baik secara poin mengingat mereka walau hanya mendulang satu kemenangan, tapi merebut dua hasil seri dan 'cuma' mengalami satu kekalahan.
Keberhasilan Belgia melenggang ke fase perempat-final membuat mereka akan berjumpa tim unggulan lainnya, Italia, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Austria 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
