Petinggi Pirelli Marco Tronchetti Provera membeberkan alasan pihaknya pecah kongsi dengan Inter Milan.
Dengan demikian, sponsor seragam untuk Nerazzurri berakhir setelah terjalin kerja sama panjang selama 27 tahun. Per musim panas mendatang, logo Pirelli tak lagi terpampang di seragam kebanggaan Inter.
"Setelah 27 tahun, wajar untuk berpisah. Diperlukan proses yang panjang untuk keputusan ini, dan wajar jika ada sponsor lain yang tertarik dan secara potensi bersedia untuk berinvestasi lebih dibandingkan kami," kata Tronchetti Provera.
"Bagaimanapun, kami merasa jadi bagian dari sejarah Inter dan akan selalu mempertahankan ikatan itu," lanjutnya.
Tronchetti Provera juga turut membahas masa depan Inter, yang disebut-sebut dalam waktu dekat akan dijual oleh Suning Group.
Konsorsium asal Tiongkok itu diyakini mengalami kebangkrutan. Klub lain yang berada di bawah naungan mereka, Juning FC, telah berhenti beroperasi sebagai imbasnya. Suning saat ini mencari investor potensial yang siap menyelamatkan wajah Inter.
"Dari apa yang saya baca, Suning bermaksud untuk mendukung Inter dengan mencari sejumlah partner. Inter tetap menarik buat para investor. Kita lihat saja apakah itu saham minoritas atau bukan," imbuh Provera.
"Ada berbagai tipe pemegang saham yang populer, seperti di Bayern Munich, tapi mereka punya Allianz yang memberikan jaminan kuat. Diperlukan investor solid yang menghadirkan figur-figur penting untuk mengelola sebuah klub sepakbola," jelasnya.
"Beberapa tahun sebelumnya, saya merasa percaya takhayul bahwa Inter bisa kalah dari posisi juara. Tahun ini, saya akan sangat terkejut jika hal itu terjadi," katanya lagi.
"Jika saya melihat staf mereka, Juventus sangat terstruktur, Milan punya motivasi kuat dan keinginan untuk menjuarai liga. Tapi jika Inter menghindari momen 'Pazza', hanya ada satu juara," pungkasnya.


