LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Pelatih PSMS MedanPeter Butler kecewa dengan keputusan manajemen yang mengizinkan bek muda Firza Andika mengikuti trial di klub Belgia, AFC Tubize, di saat tim sedang dilanda krisis pemain.
Butler mengatakan, dengan kondisi yang ada, sulit bagi PSMS untuk bertahan di Liga 1. Kekalahan 3-1 dari Mitra Kukar di Stadion Teladan kemarin menjadi gambaran kondii terkini PSMS. Kendati demikian, ia akan tetap berusaha menjaga peluang Ayam Kinantan bertahan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini.
“Kami ada sedikit masalah bek kanan dan kiri. Saya juga tahu Firza ada di tim nasional, itu tidak masalah. Tapi sekarang saya dapat informasi dia tidak dapat main lagi untuk PSMS, karena tim ini beri dia izin trial ke Belgia,” cetus Butler.
“Ini tim profesional atau amatir? Mau bantu tim luar dari sini, atau mau bertahan di liga ini? Itu salah. Banyak hal yang salah. Skuat saya yang sangat minim, tapi semua pemain harus siap.”
“Kondisi sekarang sangat kritis, karena kami kehilangan banyak pemain. Harus jujur, kami tidak punya skuat yang cukup untuk bertahan dari situasi ini. Tapi kami harus kerja keras, dan optimis.”
Terkait kekalahan dari Mitra Kukar, Butler mengatakan, pergantian pemain dalam kurun waktu tujuh menit di babak pertama turut memberikan pengaruh terhadap strategi yang telah disusun.
“Tiga pergantian di babak pertama itu tidak bagus. Tapi saya tidak mau duduk di sini mengeluh. Saya bicara dengan pemain, kami harus buat peluang. Saya lihat tim ini tidak cukup beruntung,” ujar Butler.
Sementara itu, sekretaris klub Julius Raja menyatakan, ia sudah berbicara dengan Butler mengenai Firza yang direncanakan bertolak ke Belgia pada 5 November, dan menjalani trial selama 20 hari.
“Kami sudah sampaikan ke pelatih soal Firza. Pelatih memang keberatan karena posisi PSMS. Tapi kalau dipaksakan, sementara konsentrasinya tidak di PSMS, percuma. Ada untung ruginya, kami bakal tanpa dia di empat laga menjelang akhir musim. Jadi ibarat dua mata sisi,” jelas Raja. (gk-71)
Goal Indonesia
