LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Kegagalan mendulang angka penuh di kandang ketika bermain imbang 3-3 melawan Madura United di Stadion Teladan kemarin sore tidak membuat pelatih PSMS MedanPeter Butler kecewa.
PSMS sempat tertinggal tiga gol di babak pertama. Namun mereka mampu mengejar ketertinggalan itu untuk memaksa laga diakhiri dengan skor imbang. Butler memberikan apresiasi kepada pemain yang sudah bekerja keras.
“Mereka punya banyak kualitas. Jangan lupa itu. Mereka punya banyak pemain mahal. PSMS tidak bisa bayar pemain seperi Zah Rahan, [Mamadou] Samassa, Fabiano [Beltrame] dan lainnya,” ujar Butler.
“Kalau sebelumnya seri, dan hari ini menang, semua orang pasti senang. Kalau kalah 4-0, orang pantas kecewa, tapi kami berhasil mengejar tiga gol. Mereka berkualitas, tapi kami punya karakter dan komitmen untuk fight. Mungkin pemain sedikit capek, kami harus evaluasi. Kami tidak hanya hidup untuk hari ini.”
Butler menambahkan, lini tengah yang keropos membuat Madura United kerap berhasil mencuri bola, dan masuk ke pertahanan PSMS. Untuk itu, dua pergantian langsung dilakukannya dengan menarik Abdul Azis dan Legimin Raharjo.
“Strategi saya mulai dari 4-2-3-1. Saya simpan [Reinaldo] Lobo, Antoni dan [Shohei] Matsunaga yang belum 100 persen untuk babak kedua. Inilah sepakbola. Mungkin tempat ini bukan untuk tim kami,” ungkap Butler.
“Saya rasa kami banyak kehilangan bola di tengah pada babak pertama. Zah Rahan bikin masalah besar. Ketika ada bola, mereka bisa fokus. Kalau tadi masih 0-0 saya mau ganti 4-4-2. Kami bikin susah diri sendiri. Tapi saya bangga dengan tim di babak kedua. Kami habiskan banyak energi untuk mengejar tiga gol.”
Sementara itu penyerang Antoni Putro Nugroho yang turut mencetak satu gol pada laga itu tetap mensyukuri satu poin tersebut.
“Alhamdulillah, ya tetap disyukuri satu poin ini. Walaupun tidak menang, teman-teman sudah berusaha mengejar ketertinggalan. Masih ada empat pertandingan lagi, masih ada peluang,” kata Antoni. (gk-71)
Goal Indonesia