LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Pelatih PSMS MedanPeter Butler menilai perubahan formasi pemain turut berperan bagi tim besutannya ketika mengalahkan Borneo FC 3-2 di Stadion Teladan, Sabtu (4/11) malam WIB.
Butler mengungkapkan, ia menerapkan formasi 3-4-3 di babak pertama, namun tidak berjalan efektif. Butler lalu mengubahnya menjadi 4-4-2 yang membuat Shohei Matsunaga bermain lebih baik.
“Saya buat perubahan dari 3-4-3 menjadi 4-4-2 di babak kedua. Matsunaga main bagus. Saya selalu percaya kami pasti buat peluang dan cetak gol. Karakter sangat baik,” ujar Butler.
“Saya senang sekali, bangga dengan pemain saya. Saat tertinggal, masih ada percaya diri. Walaupun Danie [Pratama] buat sedikit masalah, dia bermain baik. Kini kami naik sedikit, lebih dekat dengan tim lain. Kami harus percaya diri dari hasil ini.”
“Berapa kali kami main di sini tak ada keberuntungan. Mereka [Borneo] tidak bisa mengeluh, karena kami lebih bagus. Mungkin babak kedua ada 70 persen possesion ball. Semua penonton juga sangat baik. Mereka pemain ke-12, dan saya senang.”
Sementara itu, Matsunaga merasa gusar kepada Matias Conti. Matsunaga mengaku dipukul striker Borneo FC tersebut, dan meminta manajemen untuk melaporkannya ke komisi disiplin (Komdis) PSSI. Terlepas dari insiden ini, Matsunaga semringah PSMS mendulang tiga angka.
“Nomor 9 pukul saya. Terakhir saya masuk gawang dia pukul. Tolong cari videonya, saya tidak respek dengan itu. Pasti saya lapor, tapi harus ada videonya. Kalau tidak, bagaimana saya bisa lapor,” cetus Matsunaga.
“Tapi saya senang kami dapat tiga poin. Kami tetap lihat ke depan untuk bisa terus bertahan di Liga 1. Tim ini kompak. Coach selalu beri hal positif, tidak ada yang negatif. Makanya kami pasti bisa.” (gk-71)
Goal Indonesia


