PSMS Medan menjadi tim dengan pertahanan terburuk kedua di Liga 1 2018. Kebobolan 45 gol dari 24 laga di Liga 1 tentu menandakan bobroknya pertahanan tim Ayam Kinantan.
Namun pelatih PSMS, Peter Butler, tak mau terlalu memusingkan soal rapuhnya pertahanan. Menurutnya, itu konsekuensi dari permainan menyerang PSMS.
"Saya pikir memang ada masalah dari sekarang hingga akhir musim. Bagaimana cara kami main itu yang buat sedikit rapuh di belakang. Itu karena kami mau main menyerang," ujar Butler.
PSMS memang cukup rajin mencetak gol di dua laga terakhir. PSMS mampu mencetak enam gol. Meskipun dibarengi dengan kebobolan lima gol.
Butler mengakui memang permainan menyerang sedikit berisiko dengan bobroknya pertahanan. Namun dia coba mencari formula penyeimbang.
"Tidak mungkin dalam waktu cepat, bisa tidak kebobolan. Tentu saya senang jika bisa. Tapi kami harus berani untuk ambil risiko (main menyerang)," jelas mantan pelatih Persipura Jayapura ini.
Pilihan dalam permainan memang harus diputuskan secara jitu. Terutama PSMS memang sangat butuh kemenangan di sisa laga Liga 1 untuk menyelamatkan diri dari zona degradasi. Saat ini PSMS memang harus berjuang keras setelah kembali jatuh ke juru kunci, meskipun masih punya tabungan satu laga tunda.
"Kami harus bikin keputusan kapan menyerang dan kapan bertahan. Mana lebih baik, menang 1-0 di menit akhir atau cetak empat gol sejak awal?" pungkasnya. (gk-71)
Goal Indonesia
