Kemenangan tipis 1-0 atas Persatu Tuban di Stadion Wilis kemarin dalam lanjutan Liga 2 2019 wilayah timur kembali melecut motivasi Persis Solo dalam memburu tiket Delapan Besar.
Gol tunggal Nanang Aspirin membawa Persis menduduki peringkat kelima usai mengoleksi 24 poin, sama dengan PSIM Yogyakarta, Martapura FC, dan PSBS Biak. Mereka tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen wilayah timur, Persik Kediri.
Pelatih Persis Choirul Huda merasa senang mereka kembali ke jalur kemenangan setelah di lima laga sebelumnya mendapatkan hasil kurang memuaskan. Choirul berharap kemenangan menjadi momentum kebangkitan Laskar Sambernyawa di empat laga tersisa.
“Tiga angka yang tidak mudah. Perjuangan dengan susah payah ditunjukkan pemain di laga lawan Tuban. Kami sadar beban selama lima pertandingan tanpa menang, tapi bersyukur bisa meraih poin maksimal,” terang Choirl.
“Beban tanpa kemenangan di lima pertandingan untuk sementara sudah terlepas dari pemain. Saya berharap pemain lebih fokus lagi di pertandingan selanjutnya.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 2 2019!
Sementara pelatih Persatu Tuban, Bambang Sumantri mengemukakan, timnya kurang beruntung dalam laga yang diwarnai permainan saling serang kedua tim. Bagi Persatu, hasil itu membuat mereka makin berat untuk lolos dari ancaman degradasi, karena hingga saat ini masih menjadi juru kunci klasemen.
“Kami kurang beruntung, beberapa peluang emas tidak menjadi gol. Kekuarangan finishing touch menjadi evaluasi tim selepas lawan Persis. Permainan sangat menghibur, kedua tim bermain terbuka, saling menyerang dan diserang,” kata Bambang. (gk-18)

