Persepolis PakhtakorGetty

Persepolis Lega Terbebas Dari Permainan Kotor

Persepolis bernafas lega setelah komite disiplin dan etik konfederasi sepakbola Asia (AFC) menolak gugatan Al Nassr yang menganggap klub Iran tersebut menurunkan pemain tidak sah dalam pertandingan semi-final Liga Champions Asia (LCA) 2020 zona barat.

Persepolis melenggang ke final LCA dengan mengalahkan Al Nassr melalui adu penalti dengan skor 5-3 di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar. Adu penalti terpaksa dilakukan, karena kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.

Ini menjadi keberhasilan kedua bagi Persepolis berlaga di final LCA. Mereka gagal menjadi juara pada kesempatan pertama dua tahun lalu, karena harus mengalui keunggulan Kashima Antlers di partai puncak.

Bahkan keberhasilan menembus final tahun ini, dan akan menghadapi wakil zona timur pada 19 Desember, mendapat perhatian dari Presiden Iran Hassan Rouhani yang menyebutkan Persepolis telah memberikan kegembiraan bagi masyarakat di negara tersebut.

Hanya saja, keberhasilan Persepolis tercoreng dengan tudingan Al Nassr yang menyatakan tim besutan Yahya Golmohammadi ini menurunkan pemain tidak sah. Namun komite disiplin dan etik AFC mementahkan tuduhan itu.

Persepolis PakhtakorGetty

“Komite disiplin dan etik AFC menolak protes yang disampaikan klub Arab Saudi, Al Nassr, berkaitan dengan pertandingan semi-final zona barat berdasarkan pasal 59 regulasi Liga Champions Asia 2020. AFC tidak memberikan komentar apapun terkait masalah ini,” demikian pernyataan AFC melalui laman resmi mereka.

Keputusan AFC ini disambut gembira Persepolis. Asisten pelatih Hamid Motahari mengaku lega sekaligus sedih dengan situasi itu. Apalagi tuntutan Al Nassr berdasarkan komentar di media sosial yang justru berasal dari dalam Iran.

Komentar di media sosial Iran ini menyebutkan Persepolis memakai pemain tidak sah, karena mereka mengontrak pemain setelah mendapatkan sanksi larangan transfer dari FIFA terkait kasus tunggakan gaji pelatih sebelumnya, Branko Ivankovic.

Al Nassr terpancing dengan komentar-komentar tersebut dengan melakukan protes sebelum pertandingan digelar. Namun Persepolis dapat membuktikan keabsahan pemain baru mereka, karena dikontrak sebelum sanksi dijatuhkan.

“Permainan kotor ini dilakukan oleh masyarakat lokal, dan Al Nassr mempublikasikannya di Asia. Jelas tidak ada pelanggaran dalam kasus ini [mengontrak pemain],” ujar Motahari dikutip laman kantor berita Mehr.

“Hati saya merasa sakit, karena beberapa orang dari negeri sendiri justru menyampaikan hak itu kepada tim lawan. Saya tidak habis pikir, karena kami mewakili negara. Saya tidak tahu kalimat seperti apa yang harus ditujukan kepada mereka.”

Meski tuntutannya telah ditolak, Al Nassr tidak mau menyerah begitu saja. Mereka mengajukan banding kepada AFC. Bila masih ditolak, Al Nassr akan membawa masalah ini ke pengadilan arbitrasi olahraga (CAS).

SIMAK JUGA: BERITA LIGA CHAMPIONS ASIA!

Iklan