Pertandingan Liga 1 musim 2021/22 kembali memunculkan kejadian yang mengherankan, ketika Persela Lamongan berhadapan dengan Persebaya Surabaya, yang berakhir dengan skor imbang 2-2, Jumat (11/2) WIB.
Jelang pertandingan tersebut, memang sudah menjadi aturan, kalau seluruh pemain dan staf klub yang akan bertanding melakukan tes Covid-19.
Namun salah satu ofisial Persela, Danu Akram, menyebutkan bahwa terdapat kasus salah ketik, yang membuat 11 pemain Laskar Joko Tingkir yang awalnya negatif kemudian setelah mendapat kabar terbaru, hasilnya menjadi positif.
Apa yang dikatakan?
"Pagi ini tim sudah berkumpul untuk latihan ringan sebagai persiapan menghadapi match nanti malam berdasarkan hasil yang keluar dari vendor swab LIB menyatakan semuanya sudah negatif," tulis Akram di Instagramnya.
"Berjalan 30 menit latihan, vendor tsb mengirimkan kembali hasil terbaru yang katanya 'salah ketik' dengan menyertakan 11 pemain dan official yang dinyatakan positif."
"Hal-hal seperti ini sungguh sangat berbahaya mengingat interaksi antar pemain dan official yang terjadi saat latihan ringan yang tentunya dilakukan berdasarkan dari hasil swab tersebut."
"Saya kira ini menjadi suatu hal yang sangat tidak profesional dikarenakan akan berdampak pada minimnya waktu persiapan tim untuk mempersiapkan pasukan beserta mempertanyakan kredibilitas vendor beserta liga dalam pendataan dan penanganan gelombang ke-3 covid di dalam kompetisi."
"Aneh tapi nyata."
Tanggapan PT LIB
PT Liga Indonesia Baru (LIB) langsung memberikan pernyataan terkait insiden salah ketik tersebut.
Direktur operasional PT LIB Sudjarno menegaskan bahwa itu murni kesalahan dari vendor PT LIB.
"Nah, setiap jam 7 pagi itu kami biasanya menerima hasil kesebelasan yang main hari ini," kata Sudjarno.
"Jadi ketika hasil lab dari vendor ini sudah ada dalam bentuk list, baik negatif atau positif, apapun hasilnya itu dan sudah ada tanda tangan itu yang kami rilis ke klub, dan selama ini seperti itu."
"Nah, ternyata vendor ada koreksi karena ada kesalahan di pihak mereka, nah ini yang akan kami investigasi."
"Jadi memang vendor mengakui bahwa ada kesalahan memasukkan hasil dari vendor ini."
Sudjarno juga mengaku tidak tahu detail bagaimana proses terjadinya insiden salah ketik tersebut, dengan ia menegaskan pihaknya hanya memberikan tanda tangan dan mengirimkannya ke klub tanpa mengubah-ubah hasil.
"Jadi vendor ini mengakui ada kesalahan memasukkan data tersebut. Ketika yang pertama jam 7 pagi itu hasilnya lab sudah kami serahkan ke klub seperti biasa dan ada positif dan negatif itu," tambahnya.
"Kemudian itu sudah dijadikan rujukan untuk latihan dan segala macam dan kira-kira tidak sampai satu jam mereka ada dikoreksi dari vendor tersebut."
"Itu yang kemudian kami juga tidak tahu, kok jadi begini laboratoriumnya."
"Hasilnya bagaimana bisa seperti ini ada koreksi, kok bisa dari negatif jadi positif. Nah, itu yang terjadi sebetulnya."



