LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Dua tahun lalu, saat pertandingan yang mempertemukan tuan rumah Persela Lamongan menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, sebuah insiden menimpa penjaga gawang Choirul Huda. Sebuah kejadian yang cukup membekas dalam sanubari para pendukung Persela, dengan berpulangnya sang legenda.
Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, tapi tidak mampu menolong maupun menyelamatkan nyawa sang kiper usai kejadian tersebut. Kondisi yang sempat membuat pendukung dan Persela berduka waktu itu.
"Tepat dua tahun yang lalu, pada menit ke-44 terdapat sebuah tragedi yang mengagetkan kita semuanya. Yaitu, meninggalnya Huda saat melakukan (menjalani) pertandingan," buka CEO Persela, Yuhronur Efendi.
"Ini menjadi sebuah inspirasi, memberikan keteladanan bagi kita semuanya, bahwa sebagaimana Huda yang kita tahu dia hanya setia pada satu klub dan mendedikasikan profesinya dalam sepakbola," lanjutnya.
Atas dedikasi yang telah diberikan, Yuhronur bersama jajaran manajemen Persela, pemain, pelatih, official, dan juga para suporter Persela, mendatangi dan sekaligus mendoakan almarhum Huda di makamnya, Selasa (15/10).
"Untuk itu kita datang ke sini, mengingatkan kepada semuanya kita perlu untuk terus bersemangat, menjaga keinginan kita untuk terus berprestasi," tutur dia.
Sementara pelatih Persela, Nilmaizar, menambahkan perlu untuk mendoakan sekaligus memberikan penghormatan kepada almarhum Huda yang telah menjadi legenda bagi tim Laskar Joko Tingkir.
"Dan satu hal yang harus diingat kepada pemain, dia lah legenda sepakbola Lamongan yang tidak pernah pindah klub dan dia berjuang untuk Persela," tegasnya.
Nil berharap, karakter yang dimiliki almarhum Huda dapat menular ke skuad asuhannya saat ini, sehingga mampu menghasilkan suntikan semangat di sisa pertandingan musim ini agar dapat terhindar dari degradasi.
"Dan mudah-mudahan besok melawan (PSIS) Semarang menjadi bukti kecintaan mereka kepada Choirul Huda. Mudah-mudahan kita bisa meraih kemenangan," harapnya.
Adapun Ahmad Birrul Walidain yang sama-sama asli Lamongan dan kini masih memperkuat Persela menyatakan, sosok mendiang Huda merupakan inspirasi bagi para pemain sepakbola asal Lamongan, termasuk dirinya sendiri.
"Perjuangan beliau dalam setiap pertandingan mungkin itu yang harus bisa saya contoh," ucap Birrul.
"Insya Allah, saya pribadi ingin lebih berprestasi lagi untuk membawa Persela meraih prestasi yang lebih baik lagi," kata Birrul. (gk-43)
