LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Animo tinggi suporter Arema FC untuk mendukung tim kesayangannya saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10) sore WIB, menimbulkan kekhawatiran di kubu Bajul Ijo.
Laga ini dipastikan bakal dibanjiri penonton, mengingat 44 ribu tiket yang dijual sudah ludes. Pelatih Djadjang Nurdjaman mengatakan, Persebaya bisa saja meminta pertandingan dihentikan jika penonton meluber hingga ke sentleband.
Djadjang mengatakan, pihaknya meminta kepastian keamanan bagi timnya. Menurut Djadjang, Persebaya hak untuk tidak bermain jika ada luberan penonton. Apalagi itu sudah tertuang dalam regulasi, dan dibahas dalam pertemuan teknis pertandingan.
“Dalam MCM [match coordination meeting) sudah dibahas tentang hal itu. Kami meminta jaminan keamanan, dan mungkin juga akan mengembalikan pada regulasi jika sampai terjadi [penonton meluber],” terang Djanur, sapaan Djajang.
Sementara itu, media officer Arema Sudarmaji menegaskan, regulasi tidak bisa diterapkan secara kaku, bisa dikomunikasikan atau tidak, sehingga Persebaya boleh memberikan peringatan kepada panpel. Menurutnya, Persebaya tidak perlu khawatir berlebihan.
“Persebaya merujuk pada saat Arema menjamu Persija. Kemudian ada pertandingan Persib melawan Persija. Kami masih menyakini Persebaya masih mau bermain, karena kami semua ingin menyelamatkan pertandingan,” terang Sudarmaji.
“Tapi, memang yang diungkapkan Persebaya juga menjadi evaluasi kepada panpel agar lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sejauh ini panpel berusaha keras memberikan kenyamanan, termasuk pengurangan jumlah penonton dibandingkan melawan Persija. Tapi dua kasus itu tidak bisa disamakan dengan laga nanti.” (gk-48)
Goal Indonesia




