Berita Live Scores
NxGn

Perkenalkan Xavier Mbuyamba: “The New Van Dijk” Incaran Chelsea

20.54 WIB 11/08/20
Xavier Mbuyamba NxGn
Bek Belanda berusia 18 tahun itu menghabiskan satu tahun di La Masia namun sekarang siap hengkang, dengan Chelsea tertarik meminangnya.

Mengingat ada banyak cara untuk memantau pemain muda berbakat di era sepakbola modern, semakin jarang pula ada bakat yang lolos dari celah. Tapi hal sebaliknya terjadi pada Xavier Mbuyamba.

Bek sentral berusia 18 tahun itu tidak pernah dilirik oleh raksasa Belanda mana pun selama meniti karier, sekali pun ia memiliki atribut yang membuat beberapa orang membandingkannya dengan Virgil van Dijk.

Dia tidak pernah mendapat panggilan untuk mewakili negaranya di tingkat junior selama masih di klub divisi dua MVV Maastricht.

"Aneh bahwa mereka tidak pernah melirik, tetapi hal yang sama berlaku untuk KNVB," kata Mbuyamba tentang klub-klub seperti Ajax dan PSV saat berbicara dengan RTL. "Saya dipanggil untuk pertama kalinya [ke skuad U-19] pada November 2019. Staf langsung mengatakan bahwa mereka menganggap aneh karena saya belum pernah diperhatikan sebelumnya."

Bagaimana pun, Mbuyamba dengan cepat menebus waktunya yang hilang.

Para pemandu bakat akhirnya mulai memperhatikan pemain setinggi 195cm itu setelah dia mencatatkan debut senior pada usia 16, dan pada musim panas 2019 dia meninggalkan tanah airnya untuk bergabung dengan Barcelona.

Setahun kemudian, Mbuyamba kembali pindah setelah membatalkan kontraknya di Catalunya, dengan Chelsea sekarang memimpin perburuan untuk mengontraknya di depan empat pesaing lainnya dari Liga Primer Inggris.

Lahir di Maastricht dari ayah asal Kongo dan ibu dari Belanda, Mbuyamba tumbuh besar di lingkungan yang menyukai sepakbola, selagi dia dan saudara-saudaranya, Noah serta Nathan, semuanya merupakan penggemar olahraga si kulit bundar tersebut.

Nathan sekarang bermain di level yang lebih rendah di Belanda sementara Noah bertekad untuk menjadi sprinter di Paralympic setelah kaki kanannya diamputasi menyusul kecelakaan motor yang ia alami di Indonesia pada 2017.

Xavier memulai pendidikan sepakbolanya di klub amatir VV Scham sebelum merapat ke akademi Maastricht di usia sembilan.

Tujuh tahun berselang tepatnya pada November 2018 dia mencatatkan debut senior sebagai pemain pengganti melawan FC Volendam, dengan itu menjadi yang pertama dari 11 penampilannya selama musim 2018/19, tiga di antaranya dipercaya sebagai starter.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Heerlijk seizoen👑highlights 18/19 on YouTube📈

A post shared by XAVIER MBUYAMBA (@mbuyamba.x) on May 16, 2019 at 11:04am PDT

Tiba-tiba ada banyak tawaran yang datang untuknya. Mbuyamba waktu itu memiliki 'youth countract' di Maastricht, dan meski mereka mencoba untuk membuatnya bertahan dengan kontrak profesional, mereka tidak mampu bersaing dengan sejumlah klub papan atas Eropa.

Chelsea adalah klub pertama yang menjangkau Belanda secara ekstensif sejak mereka merekrut Nathan Ake pada 2011.

Mbuyamba diundang ke London barat untuk berlatih bersama tim junior Chelsea pada 2019, dan meski tampil mengesankan, The Blues tidak dapat mendaftarkan pemain muda itu karena larangan transfer yang diberlakukan FIFA.

"Chelsea memberikan presentasi yang fantastis," kata agennya, Carlos Barros, kepada Voetbal International. "Ada atmosfer sepakbola yang unik di sana.

"Anda segera duduk bersama para pemain tim utama saat makan siang dan klub telah menguraikan rencana yang sangat ambisius untuk Xavier. Mereka benar-benar berpikir bahwa dalam satu hingga dua tahun, dia bisa berada di tim utama."

Kegagalan Chelsea mendapatkan bek tersebut membuka pintu bagi klub lain. Barros mengklaim Real Madrid tertarik sementara laporan lain menunjukkan klub-klub seperti Liverpool, Bayern Munich dan Celtic juga memantau situasinya.

Tapi direktur Barcelona dan La Masia Patrick Kluivert yang pada akhirnya memenangkan perlombaan untuk mendapatkan tanda tangan Mbuyamba, dengan mantan striker Belanda itu juga memimpin perekrutan bakat dari tanah airnya dengan membawa Ludovit Reis dan Mike van Beijnen ke akademi yang terkenal itu.

Setelah menandatangani kontrak empat tahun, Mbuyamba menikmati musim pertama yang kuat di Spanyol dengan ia bermain sebagai bek tengah dan bek kanan untuk Barca U-19, dan bahkan sempat menghabiskan waktu berlatih dengan tim utama klub.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Big achievement!

A post shared by XAVIER MBUYAMBA (@mbuyamba.x) on Jan 15, 2020 at 8:39am PST

"Frenkie de Jong sedikit memperhatikan saya dan berkata bahwa saya hanya harus tampil bagus [di sesi latihan]. Saya melakukannya. Itu adalah latihan yang tenang, tapi saya perhatikan bahwa saya baik-baik saja dan saya bertahan dengan baik," kata Mbuyamba.

"Saya duduk di sebelah Marc-Andre ter Stegen dan Lionel Messi. Kemudian saya mengunggah beberapa foto di Snapchat dan mengirimkannya ke teman-teman saya. Mereka semua sangat bangga."

Meski membuat kesan yang baik, Mbuyamba mengalami kemunduran menjelang akhir musim perdananya setelah tim manajemen Barcelona B bersikeras bahwa dia hanya akan menjadi cadangan untuk mereka menuju musim 2020/21.

Itu bukanlah jalur perkembangan yang ditetapkan untuk remaja tersebut setelah kedatangannya, dan karena itu dia meminta untuk pergi, seperti yang dilakukan oleh teman dekatnya Louie Barry di awal tahun ketika pemain internasional muda Inggris itu bergabung dengan Aston Villa.

Barca awalnya mematok harga di angka €2 juta (£1,8 juta / $2,4 juta) pada anak muda itu, tetapi setelah meminta dia mengambil penurunan gaji 50 persen di tengah pandemi virus corona, diputuskan bahwa dia akan dibebaskan.

Juventus menunjukkan minat untuk mengontraknya, tetapi juara Serie A itu dinilai Mbuyamba terlalu banyak memiliki bek tengah di level tinggi dan itu akan membuatnya jauh dari tim utama, dan sebagai gantinya dia sekarang tampaknya akan menguji dirinya sendiri di Inggris bersama Chelsea.

Jangkung, diberkati dengan kecepatan dan sangat nyaman dalam penguasaan bola, Mbuyamba bisa saja tiba di London barat karena tahu dia perlu tampil mengesankan sebelum diberi kesempatan di tim utama oleh Frank Lampard.

Jika kesepakatan tercapai, dia bersedia menghabiskan musim depan di tim muda di Cobham dan mungkin juga akan menyambut transfer pinjaman ke Vitesse di Eredivisie.

Terlepas di mana dia akan bermain pada 2020/21, mengingat kenaikannya yang pesat, tidak sulit untuk menunjukkan bahwa dia akan sekali lagi membuktikan kekeliruan mereka yang sebelumnya mengabaikannya.