Berita Live Scores
NxGn

Perkenalkan Dario Sarmiento: Wonderkid Argentina Yang Bikin Pelatih Legendaris Berlutut Di Kakinya

13.27 WIB 09/08/20
Dario Sarmiento NxGn
Pemuda 17 tahun itu baru tampil beberapa kali untuk Estudiantes, namun ia berhasil membuat kesan luar biasa bagi salah satu legenda klub.

Alejandro Sabella adalah legenda Estudiantes.

Sebelum membawa Argentina ke final Piala Dunia 2014, Sabella diminta untuk bertahan di Estudiantes setelah mempersembahkan satu-satunya gelar Copa Libertadores dalam 50 tahun terakhir.

Dia juga berperan penting saat masih akitf bermain ketika mengantar klub La Plata itu memenangkan dua trofi liga pada 80-an, dan untuk itulah dia dipandang sebagai idola di Estadio UNO.

Dengan nama besarnya, Sabella belum pernah berlutut untuk siapa pun di Estudiantes. Namun pelatih legendaris itu melakukan pengecualian saat mendekati talenta muda Dario Sarmiento, untuk kali pertama, dan ia merasa perlu berlutut kepada sang pemain berbakat tersebut.

“Dia datang dan bertanya pada saya apakah saya ini Sarmiento. Saya jawab ‘ya’ dan dia berlutut,” kata pemuda 17 tahun itu kepada ESPN. “Dia bilang bahwa saya akan menjadi bintang, namun saya harus tetap kalem dan hidup untuk menikmati hari ini.

“Saya gugup, saya tidak bisa mempercayai momen itu. Saya bersumpah kaki saya gemetar. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Saya masih gugup ketika saya menceritakan ini dan membayangkan momen tersebut.”

Sabella sebelumnya diklaim berkata ‘Haleluya!’ ketika dia pertama kali melihat aksi Sarmiento, dengan kecepatan kaki sang winger dan kepercayaan dirinya dalam memainkan bola membuat pelatih yang pernah melatih Lionel Messi itu berdiri dari kursinya dan mulai memperhatikan.

Selagi Sabella mulai mengenal sang youngster, kemampuan yang bersangkutan memang terlihat sangat jelas bagi mereka yang pernah menggembleng salah satu pemain berbakat Argentina tersebut.

Lahir hanya 30 kilometer di luar La Plata tepatnya di kota Florencio Varela, Sarmiento awalnya dipinang oleh Independiente di usia enam tahun, meski dengan cepat menjadi jelas bahwa jarak antara rumah dan pusat latihan di Avallaneda terlalu jauh bagi dia untuk bepergian.

Meroketnya nama Sarmiento di tim muda terbilang pesat, dan di usia 16 tahun, enam bulan dan enam hari, dia diberi debut tim utama oleh manajer dan mantan bek Barcelona Gabriel Milito.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

05/10/19 día inolvidable ⚽❤.

A post shared by Dario Sarmiento (@darioariel.7) on Oct 6, 2019 at 4:09pm PDT

Dengan masuk sebagai pengganti melawan Huracan pada Oktober 2019, dia menjadi pemain termuda kedua yang pernah memperkuat tim utama Estudiantes, dan lima hari berselang ia memberi assist matang untuk dituntaskan oleh Nahuel Esteves saat melawan Estudiantes de San Luis di Piala Argentina.

Dia lantas membuat rentetan penampilan di tim utama, dengan peran pentingnya untuk tim senior terlihat ketika ia dilarang memperkuat Argentina di ajang Piala Dunia U-17 karena minimnya jumlah pemain yang tersedia untuk tim arahan Milito.

Di luar lapangan, Sarmiento menyambut filosofi ‘pendidikan yang utama’ yang memang ditanamkan oleh Estudiantes kepada pemain akademi.

Presiden klub, yang merupakan mantan gelandang Manchester United dan Chelsea Juan Sebastian Veron, punya keyakinan bahwa “siapa yang tidak belajar, takkan bermain”, dan Sarmiento merupakan salah satu sosok pemain muda yang mengamini perkataan tersebut.

“Sebelumnya saya tidak menganggap penting sekolah, namun sekarang saya menyadari bahwa itu berguna dan bahwa di masa depan itu akan bermanfaat buat saya,” katanya kepada laman resmi klub jelang debutnya di tim senior. Setelah pertandingan, sebuah video yang viral soal dia yang disoraki teman sekelasnya beredar di media sosial.

Di lapangan, Sarmiento kerap menggunakan kaki kiri, meski ia selama ini diandalkan di sektor kanan oleh Milito dan diyakinkan untuk menusuk dengan kaki terkuatnya.

Dengan kewarganegaraannya yang Argentina, ia telah dibandingkan dengan Messi, dan meski Sarmiento punya jalan panjang untuk meraih hal tersebut, dia jelas tidak kurang rasa percaya diri setelah membuat dobel nutmeg melawan Deportivo Laferrere di penampilan terakhir sebelum pandemi Covid-19 melanda, yang membuat sepakbola Amerika Selatan dihentikan.

Masih harus dilihat soal kapan Sarmiento akan mengambil langkah ke depan dan di mana masa depan kariernya, namun untuk sekarang, Sabella beserta suporter Estudiantes hanya ingin menikmati perkembangan sang pemain untuk mereka sendiri.

“Dia adalah bakat yang bermain sangat bagus, yang memberi saya harapan akan masa depan bagus untuknya dan untuk kita semua yang begitu mencintai klub ini,” kata sang pelatih legendaris yang sempat berlutut untuknya.

Kini para bek lawan tampaknya akan mengikuti jejak Sabella untuk ‘berlutut’ dalam satu atau dua dekade ke depan.