Ayah penggawa Celtic, Dedryck Boyata memperingatkan agar para pemain muda tak tergoda untuk pindah ke Liga Primer Inggris karena menurutnya klub-klub lebih fokus pada keuntungan finansial ketimbang perkembangan.
Boyata bergabung dengan Manchester City ketika masih berusia 16 tahun, namun kesulitan menembus tim utama dan harus menjalani banyak periode pinjaman di berbagai klub sebelum hengkang pada 2015, setelah cuma mencatatkan 35 penampilan di level senior.
Bienvenu Boyata, selaku ayah sang pemain internasional Belgia, menyuarakan kegelisahannya setelah mendengar keluhan dari Universitas Antwerp dan agensi Stirr Associates mengklaim agar para pemain muda terutama dari negara tersebut lebih baik menghindari transfer ke Inggris tanpa memiliki bekal pengalaman di tim utama."Semua adalah tentang mendapatkan pengalaman," ungkapnya kepada Het Nieuwsblad. "Untuk mendapatkan kesempatan. Dan Anda tak akan mendapatkannya secara cepat di Inggris."
"Sangat sulit bagi siapa pun pemain muda di sana untuk menembus tim utama. Bahkan [Romelu] Lukaku dan [Kevin] De Bruyne, yang sudah berpengalaman di Belgia, tak digunakan oleh Chelsea."
"Hanya saja, mereka dijual dengan klub mendapatkan keuntungan, dan itulah tampaknya yang dilakukan oleh klub-klub sepakbola Inggris."
"Yang diutamakan adalah sisi bisnis. Para pemain muda hanyalah sekadar pelengkap. Mereka tidak dibeli untuk dimasukkan ke dalam tim, tapi agar dikomersialkan dan menjadi keuntungan. Mesin kasir harus terus berdering."

