LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Keputusan melakukan pergantian pemain menjadi titik awal kebangkitan Persela Lamongan ketika menggasak PS TIRA 4-1 di Stadion Surajaya, Senin (29/5) malam WIB, pada laga pekan ke-11 Liga 1 2018.
Aji menarik keluar Guntur Triaji pada menit ke-35, dan memasukkan Fahmi Al Ayyubi. Saat itu Persela sudah berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Loris Arnaud setelah sebelumnya sempat tertinggal dari PS TIRA.
“Saya menarik Guntur karena sedikit kurang berkembang. Sebenarnya tidak terlalu buruk, saya hanya ingin lebih agresif setelah tertinggal. Saya memasukkan pemain yang lebih segar, karena Fahmi tidak main waktu lawan Barito. Begitu Fahmi masuk, determinasi kami lebih tinggi.”
“Pertandingan yang cukup menegangkan. Kami persembahkan kemenangan ini untuk ulang tahun Lamongan yang ke-449 dan masyarakat Lamongan. Alhamdulillah, saat ini kami juga bisa berada di posisi kedua, pencapaian yang luar biasa, saya apresiasi perjuangan para pemain.”
Aji juga tidak mempermasalahkan kegagalan Arnaud dalam melakukan eksekusi penalti di menit ke-79. Sepakan Arnaud dapat dimentahkan kiper Syahrul Fadil, sehingga ia gagal mencetak hat-trick.
“Siapapun bisa gagal. Tidak hanya pemain kami, [Cristiano] Ronaldo, [Lionel] Messi, juga bisa gagal. Namun tadi saya ingin Loris bisa cetak hat-trick, tapi tadi dia capek. enggak ada yang salah, memang saya yang paksakan. Tapi bagi saya itu tidak penting, yang penting kita menang 4-1,” jelas Aji.
Sementara Arnaud bahagia menyumbang dua gol untuk membantu Persela meraih kemenangan. Mantan pemain Paris Saint-Germain ini juga mengaku tidak dalam kondisi tertekan ketika gagal mengeksekusi penalti.
“Saya sangat bahagia karena bisa antar tim meraih kemenangan, dan cetak dua gol. Tim bermain bagus dan saling mendukung. Inilah sepakbola, kadang seseorang juga bisa gagal. Padahal saya berharap bisa cetak banyak gol dalam laga ini, tapi tidak masalah buat saya,” ucap Arnaud. (gk-43)

