Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menilai cedera Kelvin Wopi di babak pertama turut memberikan pengaruh terhadap kekalahan 2-0 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Rabu (10/7) malam WIB.
Wopi terpaksa ditarik keluar pada menit ke-34, dan digantikan Riyan Ardiansyah. Menurut Jafri, ia harus mengambil risiko dalam situasi itu, mengingat PSIS sedang tertinggal 1-0 lewat gol Abriza Umanailo.
“Jujur, salah satu yang merusak skema kami adalah pergantian pemain di babak pertama yang tidak sesuai dengan rencana yang kami susun. Kami harus memaksakan dengan risiko kalau tadi ada pemain. Misalnya penjaga gawang cedera, tentu kami tidak ada pemain lagi,” tutur Jafri dilansir laman resmi klub.
“Tapi kami harus buat gol, makanya kami mengganti striker dengan striker, itu salah satu situasi kami. Tapi alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan sampai peluit berbunyi.”
“Pada babak pertama, kami kurang konsistensi, sehingga kami harus menerima dua gol, satu gol set-piece dan satu gol penalti. Di babak kedua, permainan kami mulai membaik untuk bisa membalas gol, tetapi sulit kami capai.”
Jafri tidak ingin larut dengan kekalahan itu, dan fokus menatap laga berikutnya melawan PSS Sleman pada pekan depan. Jafri telah memiliki beberapa catatan untuk memperbaiki sejumlah aspek.
“Pasti ada evaluasi. Setiap pertandingan, seorang pelatih pasti memiliki catatan-catatan penting yang harus dinagi lagi karena kompetisi masih banyak. Hampir semua aspek di sepakbola tentu kami perbaiki,” ucap Jafri.



