Komite Wasit PSSI, mengambil langkah tegas kepada perangkat pertandingan laga babak 8 besar Liga 2 antara PSS Sleman kontra Madura FC, Selasa (6/11). Ini setelah mereka melakukan keputusan yang tidak tepat.
Partai yang dipimpin Wasit Agung Setiawan ini, mendapat sorotan tajam dari publik sepakbola Tanah Air. Sebab, perangkat pertandingan membiarkan pemain PSS Ilhamul Irhas, mengirimkan umpan silang ke kotak penalti Madura FC.
Padahal, terlihat jelas Ilhamul berada dalam posisi offside ketika mendapatkan bola. Akan tetapi, perangkat pertandingan seolah menutup mata dengan kejadian tersebut.
Sialnya, pemain Madura FC Choirul Rifan salah melakukan antisipasi terhadap bola lambung yang dilepaskan Ilhamul. Alhasil, bola malah meluncur ke gawang timnya sendiri sehingga kalah 1-0.
"Kesalahan pertama yang tampak jelas ada di asisten wasit. Itu jelas offside. Lebih dari satu meter jaraknya masa tak offside," kata anggota Komite Wasit PSSI Purwanto.
"Mereka akan kami istirahatkan dulu. Jadi kalau orang salah ya kami parkir dulu," tambah mantan wasit berlisensi FIFA tersebut.
Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan pihaknya selalu memantau kinerja perangkat pertandingan yang bertugas. Makanya, setiap ada masalahnya bisa langsung diambil tindakan.
"Evaluasi pasti ada, pokoknya saya tidak membela siapapun. Kalau memang salah ya saya katakan salah sesuai peraturan pertandingan bahwa wasit salah," ujarnya.

